Kompas.com - 28/08/2013, 17:03 WIB
Petugas Kementerian Kehutanan memadamkan kebakaran hutan di Pekanbaru, Riau, 320 kilometer dari Singapura, 20 Juni 2013. Kebakaran hutan ini mengakibatkan kabut asap menyelimuti negara tetangga. AFP PHOTO / HAFIZ ALFARISSIPetugas Kementerian Kehutanan memadamkan kebakaran hutan di Pekanbaru, Riau, 320 kilometer dari Singapura, 20 Juni 2013. Kebakaran hutan ini mengakibatkan kabut asap menyelimuti negara tetangga.
EditorKistyarini

PEKANBARU, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Riau, mengizinkan sekolah-sekolah di Kecamatan Rumbai dan Kecamatan Rumbai Pesisir meliburkan pelajar guna menghindarkan mereka dari bahaya pencemaran kabut asap kebakaran hutan dan lahan.

"Seusai ke lapangan dan berdasarkan hasil pantauan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, sekolah-sekolah di dua kecamatan tersebut terpaksa diliburkan karena kondisi asap sangat membahayakan kesehatan," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Zulfadil di Pekanbaru, Rabu (28/8/2013).

Kebijakan itu diambil, karena Dinas Kesehatan Provinsi Riau telah menyatakan kondisi udara di Kota Pekanbaru dalam status berbahaya bagi kesehatan dan yang terparah di dua kecamatan tersebut.

Sebelumnya Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan pada Dinas Kesehatan Provinsi Riau Dewani, mengatakan berdasarkan pantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dipasang di sejumlah  wilayah Pekanbaru mencatat kualitas udara mencapai 300 pollutant standard index (PSI/ISPU).

Di Pekanbaru angkanya sekarang mencapai 300, dan sejak Selasa (27/8/2013) juga sudah seperti itu. "Ini artinya kondisinya sudah berbahaya, kategorinya bendera merah," kata Dewani.

Menurut Zulfadil, liburan sekolah sudah dimulai sejak Selasa pagi. Pelajar sekolah di dua kecamatan itu dipulangkan lebih awal.

"Untuk aktivitas belajar dan mengajar besok atau Kamis (29/8) dan seterusnya tentunya menunggu hasil pantauan Dinas Kesehatan Provinsi riau, berikutnya apa arahannya apakah sekolah lebih baik diliburkan semua atau tidak," katanya.

Di beberapa sekolah Kota Pekanbaru, aktivitas belajar-mengajar masih terus berlangsung antara lain di sekolah dasar di Jalan Pepaya, Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru.

Guru kelas III A, SDN 12 Kota Pekanbaru, Heni mengatakan murid-murid belum diliburkan, begitu pula murid kelas II, IV hingga kelas VI. "Anak-anak masih sekolah seperti biasa yang masuk pagi pulang siang, dan masuk siang pulang sore. Apalagi dari kepala sekolah belum ada perintah kalau anak-anak boleh diliburkan," katanya.

Senada dengan Heni, guru bidang studi agama Islam, Aimun (47), mengatakan selain di Rumbai, sekolah yang diliburkan lebih banyak di daerah kabupaten seperti Palalawan karena berdekatan dengan kawasan perkebunan milik masyarakat.

Kalau kondisi kabut asap masih bisa ditoleransi, katanya, sebaiknya anak-anak tidak perlu diliburkan karena kala berada di rumah justru mereka berkeliaran. "Apalagi bagi  kedua orang tua mereka bekerja tentu saja tidak ada yang bisa mengawasi anak keluar rumah. Kalau di sekolah mereka bisa tetap berada dalam ruangan dan belajar," katanya.

Ia mengakui kabut asap akibat pembakaran lahan dan hutan sudah sering terjadi sejak beberapa belasan tahun terakhir dan sekolah di Kota Pekanbaru jarang diliburkan.  Jika hujan, katanya, kabut dan asap akan menghilang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.