Temukan Masalah di DPT, Cawali Kediri Tuntut Pilkada Diundur

Kompas.com - 19/08/2013, 18:21 WIB
Petugas memasukkan data pemutakhiran pemilih pemilu 2014, di Kelurahan Kenari, Jakarta, Selasa (4/6/2013). Komisi Pemilihan Umum mulai melakukan pendataan daftar pemilih untuk ikut dalam pemilihan umum 9 April 2014. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Petugas memasukkan data pemutakhiran pemilih pemilu 2014, di Kelurahan Kenari, Jakarta, Selasa (4/6/2013). Komisi Pemilihan Umum mulai melakukan pendataan daftar pemilih untuk ikut dalam pemilihan umum 9 April 2014.
|
EditorKistyarini

KEDIRI, KOMPAS.com - Tim pemenangan pasangan calon wali kota Kediri Abdullah Abu Bakar-Lilik Muhibbah, menemukan sejumlah kejanggalan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sehingga menuntut penundaan Pilkada.

Tim pemenangan itu mendatangi kantor Panwaslu setempat di Jalan Brigjen Pol Imam Bachri untuk melaporkan hasil temuan mereka di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Kediri Kota dan Kecamatan Pesantren, itu.

Mereka meminta penyelenggara pilkada segera memperbaikinya karena dapat menyebabkan penggelembungan suara maupun kecurangan pilkada. Jika tidak ada perbaikan, mereka akan membawa masalah ini ke ranah hukum, bahkan akan menuntut penundaan pilkada.

"Tujuannya untuk menciptakan pemilu yang jujur bersih dan berkeadilan. Maka adanya temuan ini harus diluruskan dan dibenarkan," kata Muhammad Ibrahim, Ketua Tim Pemenangan pasangan Abdullah Abu Bakar-Lilik Muhibbah pada para wartawan, Senin (19/8/2013).

Tim pemenangan itu mengklaim menemukan bermacam permasalahan pada DPT yang diterbitkan. Mulai dari nomor dan nama pemilih sama di kecamatan yang berbeda, nomor dan pemilih ganda di TPS yang sama, serta beberapa kejanggalan lainnya.

Selain pada dua kecamatan itu, tim pemenangan menduga masih akan ada temuan di kecamatan lainnya. Saat ini tim itu masih melakukan pendataan lanjutan di Kecamatan Mojoroto.

Pihak Panwaslu yang diwakili oleh Mansur, menyambut baik laporan itu dan berjanji segera menindaklanjutinya dalam bentuk rekomendasi ke KPU untuk mengubahnya. Menurut dia, saat ini perubahan DPT masih memungkinkan karena DPT Kota Kediri belum pernah diubah dan waktu Pilkada masih lama.

"DPT yang bermasalah berpotensi menimbulkan konflik Pilkada. Segera kami plenokan," kata Mansur, seorang anggota Panwaslu.

Pemilihan Wali Kota Kediri akan berlangsung pada 29 Agustus 2013 nanti atau bersamaan dengan pemilihan Gubernur Jatim.

Ada tujuh pasangan yang akan merebutkan jabatan tertinggi di Balai Kota Kediri itu. Mereka adalah Arifudinsyah-Sudjatmiko, Bambang Hariyanto-Hartono, Imam Subawi-Suparlan, Samsul Azhar-Sunardi, Kasiadi-Budi Rahardjo, Abdullah Abu Bakar-Lilik Muhibbah, Herry Muller-Ali Imron.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Regional
Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X