Nilai Kasus Sisca Janggal, Kompolnas Turun Tangan

Kompas.com - 16/08/2013, 12:43 WIB
Komisioner Komisi Kepolisian Nasional Republik Indonesia (Kompolnas RI), Edi Hasibuan dan Hamidah. KOMPAS.com/Hendra CiptoKomisioner Komisi Kepolisian Nasional Republik Indonesia (Kompolnas RI), Edi Hasibuan dan Hamidah.
|
EditorKistyarini
BANDUNG, KOMPAS.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) berencana ke Bandung, Jawa Barat, untuk memantau perkembangan kasus terbunuhnya Franciesca Yofie di Cipedes, Bandung, Jumat (16/8/2013).

"Ya, betul kita ke Bandung siang ini, ini kami sedang di perjalanan menuju Bandung," kata Edi Saputra Hasibuan, komisioner Kompolnas yang dihubungi Kompas.com, Jumat siang.

Edi mengatakan, dia akan datang bersama komisioner Kompolnas lainnya, yakni Hamidah Abdurachman dan M. Nasser.

Ada beberapa tempat yang akan dikunjunginya. Tempat pertama yang dikunjungi adalah RS Hasan Sadikin Bandung, tempat jenazah Sisca diotopsi. Kemudian ke tempat kejadian perkara di Cipedes. Rombongan Kompolnas selanjutnya ke Polrestabes Bandung dan terakhir ke Polda Jabar.

Hamidah Abdurachman menegaskan, Kompolnas akan memantau perkembangan kasus Sisca yang dinilainya masih mengganjal.

"Kita akan mengklarifikasi terkait kasus pembunuhan Sisca. Kita menilai adanya kejanggalan baik keterangan dari pelaku dan kepolisian. Kita mempertanyakan seperti apa motif yang sebenarnya?" tegas Hamidah, Jumat.

Selain itu, Kompolnas pun akan menelusuri lebih dalam kemungkinan hubungan Kompol Albertus Eko Budiarto dengan kasus tersebut. Juga Bripka AF dan Brigadir FP yang mendapat tugas dari Kompol Albertus untuk menguntit Sisca.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ya, kita juga akan telusuri keterlibatan anggota Polri itu, sejauh mana keterlibatannya?," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.