100 Ton Beras Siap di Lokasi Pengungsi Rokatenda

Kompas.com - 12/08/2013, 00:27 WIB
Ny Densi Lebi (45), warga Desa Lidi, Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (26/3/2013) ditemani cucunya sedang menanak nasi dengan menggunakan panci. Ny Densi bersama ribuan warga Palue lainnya mengungsi ke Kabupaten Ende, di Pulau Flores pada Desember 2012 terkait meningkatnya aktivitas Gunung Api Rokatenda. Pengungsi terutama kalangan ibu-ibu mengeluh, sebab mereka kekurangan peralatan memasak. Akibatnya, di antara pengungsi sering telat makan, sebab ketika satu keluarga sedang memasak, maka keluarga yang lain harus mengantre. KOMPAS/SAMUEL OKTORANy Densi Lebi (45), warga Desa Lidi, Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (26/3/2013) ditemani cucunya sedang menanak nasi dengan menggunakan panci. Ny Densi bersama ribuan warga Palue lainnya mengungsi ke Kabupaten Ende, di Pulau Flores pada Desember 2012 terkait meningkatnya aktivitas Gunung Api Rokatenda. Pengungsi terutama kalangan ibu-ibu mengeluh, sebab mereka kekurangan peralatan memasak. Akibatnya, di antara pengungsi sering telat makan, sebab ketika satu keluarga sedang memasak, maka keluarga yang lain harus mengantre.
BORONG, KOMPAS.com - Tim penanggulangan Bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencara Propinsi Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Sikka sudah menyiapkan 100 ton beras di Lokasi Pengungsi untuk menanggulangi warga masyarakat Pulau Palue yang terkena musibah letusan Gunung Rokatenda, Sabtu (10/8/2013) kemarin.

Selain itu, 10.000 makanan siap saji sudah berada di lokasi pengungsi di Pulau Palue untuk memberikan makanan kepada ribuan pengungsi.

Demikian dijelaskan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Propinsi Nusa Tenggara Timur, Tini Tadeus saat dihubungi Kompas.com dari Manggarai Timur, Minggu (11/8/2013).

Tadeus menjelaskan, sebanyak 10.000 paket makanan siap saji ini setara dengan Rp 1,6 miliar belum termasuk beras yang siap di lokasi pengungsi.

Selain itu, Tadeus menjelaskan, dua anak yakni Lenga (5) dan Pio (7) yang diterjang lahar panas pada Sabtu (10/8/2013) saat terjadi letusan gunung Rokatenda hingga Minggu (11/8/2013) masih hilang dan tim penanggulangan yang sudah diterjunkan ke Pulau Palue masih terus melakukan pencarian disekitar Pulau Palue.

Sementara itu, tiga orang yang tewas akibat diterjang lahar panas sudah ditemukan oleh tim evakuasi yang sudah diterjukan di lokasi Letusan Gunung Rokatenda.

"Hingga Minggu (11/8/2013) tim terus berada di Pulau Palue untuk memberikan pertolongan atau melakukan evakuasi kepada warga pengungsi dari Pulau Palue," jelas Tadeus.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk dan Hampir Tabrak Tentara Berpangkat Kolonel

Duduk Perkara Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk dan Hampir Tabrak Tentara Berpangkat Kolonel

Regional
Fakta Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk Sambil Berkendara, Diamankan Aparat TNI dan Minta Maaf

Fakta Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk Sambil Berkendara, Diamankan Aparat TNI dan Minta Maaf

Regional
Pasien 03 Positif Corona asal Kediri, Bekerja di Jakarta dan 2 Minggu Sekali Pulang Kampung

Pasien 03 Positif Corona asal Kediri, Bekerja di Jakarta dan 2 Minggu Sekali Pulang Kampung

Regional
Pengalaman Pasien Positif Corona yang Sembuh, Kaget Hasil Tes Berbeda dan Tak Merasakan Gejala

Pengalaman Pasien Positif Corona yang Sembuh, Kaget Hasil Tes Berbeda dan Tak Merasakan Gejala

Regional
Panik di Atas KM Lambelu...

Panik di Atas KM Lambelu...

Regional
PHK Karyawan di Sejumlah Daerah Imbas Wabah Corona, Mana Saja?

PHK Karyawan di Sejumlah Daerah Imbas Wabah Corona, Mana Saja?

Regional
Dilema Jam Malam di Tengah Wabah Corona, di Aceh Hanya Bertahan Sepekan

Dilema Jam Malam di Tengah Wabah Corona, di Aceh Hanya Bertahan Sepekan

Regional
Tambang Batu Bara Ilegal di Waduk Samboja Kutai Kartanegara Ancam 960 Jiwa

Tambang Batu Bara Ilegal di Waduk Samboja Kutai Kartanegara Ancam 960 Jiwa

Regional
Fakta Penumpang yang Tipu Driver Ojol Mulyono, Demam dan Batuk, Ditolak Keluarga hingga Dirawat di RS

Fakta Penumpang yang Tipu Driver Ojol Mulyono, Demam dan Batuk, Ditolak Keluarga hingga Dirawat di RS

Regional
[POPULER NUSANTARA] Penumpang yang Tipu Driver Ojol Ditangkap | Anggota DPRD Mabuk Hampir Tabrak Tentara

[POPULER NUSANTARA] Penumpang yang Tipu Driver Ojol Ditangkap | Anggota DPRD Mabuk Hampir Tabrak Tentara

Regional
Berawal dari Razia, Polisi Amankan 6 Warga Timika yang Diduga Pemasok Bahan Makanan untuk KKB

Berawal dari Razia, Polisi Amankan 6 Warga Timika yang Diduga Pemasok Bahan Makanan untuk KKB

Regional
Berstatus PDP Corona, Anggota DPRD Lombok Barat Meninggal di RSUD NTB

Berstatus PDP Corona, Anggota DPRD Lombok Barat Meninggal di RSUD NTB

Regional
Pasien yang Meninggal di RS PKU Bantul Sudah Sembuh dari Virus Corona

Pasien yang Meninggal di RS PKU Bantul Sudah Sembuh dari Virus Corona

Regional
UPDATE: Tambah 1 Pasien Positif Corona di Kota Kediri, Total 3 Pasien

UPDATE: Tambah 1 Pasien Positif Corona di Kota Kediri, Total 3 Pasien

Regional
UPDATE: 2 Pasien Positif Corona di NTB Dinyatakan Sembuh

UPDATE: 2 Pasien Positif Corona di NTB Dinyatakan Sembuh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X