Kades Korupsi Rp 4 Miliar Belum Divonis, Jaksa Dilaporkan ke Kejati

Kompas.com - 29/07/2013, 19:56 WIB
Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, di Jalan RE. Martadinata, Bandung. KOMPAS.com/Rio KuswandiKantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, di Jalan RE. Martadinata, Bandung.
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Jaksa Ridwan yang bertugas di Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Senin (29/7/2013). Ridwan dituduh melindungi Kepala Desa Mandalajaya, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Nana Sukarna yang menjadi terdakwa atas kasus penggelapan dana APBD senilai Rp 4 miliar.

"Kami datang ke sini untuk melaporkan Jaksa Ridwan karena Jaksa seolah melindungi tersangkanya. Kami meminta perlindungan hukum dari Kejati," tegas Asep Dudi (40) saat melakukan pelaporan ke Kejati Jabar, Jalan RE Martadinata, Bandung, Jawa Barat.

Asep mempertanyakan kinerja jaksa yang belum juga menjatuhkan vonis kepada Nana pada sidangnya. Padahal berdasarkan jadwal, vonis harus sudah dijatuhkan sebulan yang lalu, atau satu minggu setelah pelimpahan tersangka dari kepolisian ke Kejaksaan Tasikmalaya.

Polisi melimpahkan tersangka ke kejaksaan pada tanggal 1 Juli 2013. "Vonis sampai sekarang belum juga dijatuhkan. Warga desa menunggu-nunggu dan bertanya-tanya, kapan katanya vonisnya," kata Asep kesal.

Lebih lagi, Nana tidak berada di tahanan kejaksaan setelah sebelumnya tersangka dilimpahkan dari Polres Tasikmalaya. "Tersangka malah asik ada di rumahnya, seharusnya kan dia (tersangka) ada, ditahan kejaksaan," keluhnya.

"Setelah keluar dari tahanan Polres Tasik dan dilimpahkan ke kejaksaan, dia kok malah ada di rumahnya. Sudah masuk ke ranah hukum, kok jadi bebas. Ini kanjadi tanda tanya besar masyarakat," seru salah satu pelapor lainnya, Miftah Nurul Ikhwan (28).

Ditemui terpisah, Kepala Seksi Penerangan Umum (Kasipenum) Kejati Jabar Koswara membenarkan adanya laporan tersebut. Dia mengaku akan mengaji dan memeriksa kebenarannya terlebih dahulu. "Kita klarifikasi dulu, apakah yang dilaporkan itu benar atau tidak. Secepat mungkin akan kita lanjuti," ungkapnya singkat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.