Kompas.com - 26/07/2013, 13:39 WIB
Ilustrasi: Berkumpul bersama keluarga menjadi idaman bagi sebagian narapidana (warga binaan) yang merayakan Lebaran di Lembaga Permasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (1/10/2008). KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWANIlustrasi: Berkumpul bersama keluarga menjadi idaman bagi sebagian narapidana (warga binaan) yang merayakan Lebaran di Lembaga Permasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (1/10/2008).
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com — Sedikitnya 401 orang narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Magelang diusulkan mendapat remisi hari raya Idul Fitri 1434 H ke Kementerian Hukum dan HAM RI. Usulan tersebut termasuk remisi untuk narapidana teroris.

"Sejumlah narapidana itu baru kita usulkan, termasuk terpidana teroris, tapi kita belum dapat menyebutkan secara rinci. Hasil persetujuan dari kementerian baru akan diketahui mendekati Lebaran nanti," terang I Made Dharma Jaya, Kepala Lapas Klas II A Magelang, Jumat (26/7/2013).

Made menyebutkan, ada lima terpidana teroris yang menghuni Lapas Klas IIA Magelang sejak 21 Februari 2013 lalu. Mereka adalah Abu Syifa, Jhony alias Gondrong, Anton alias Burger, Tyo, dan Nobita. Kelima terpidana teroris itu dihukum antara 3,5 - 7,5 tahun dengan kasus yang berbeda-beda.

"Kelimanya adalah terpidana kasus bom buku, menyembunyikan pelaku teroris anak buah Umar Patek, perakit bom Cirebon yang belum meledak di Masjid Adzikro Cirebon, anggota tim Hisbah Solo yang menerima dan menyembunyikan amunisi dan pembuat racun risin (racun yang akan disebar ke polisi)," terang Made.

Kasubsi Registrasi, Cahyo Sunarko menambahkan, selain terpidana teroris, remisi juga diberikan kepada terpidana kasus korupsi, pencabulan anak di bawah umur, pencurian, kekerasan, dan sebagainya. Sementara itu, untuk remisi 17 Agustus, pihaknya juga telah mengajukan sebanyak 402 orang narapidana.

"Narapidana yang mendapat remisi harus memenuhi beberapa persyaratan. Di antaranya harus berkelakuan baik selama enam bulan terakhir, sudah menjalani sepertiga dari masa hukuman," jelas Cahyo.

Cahyo melanjutkan, narapidana yang menjalani hukuman di bawah satu tahun maka diusulkan mendapat remisi 15 hari. Sementara yang sudah menjalani lebih dari satu tahun diusulkan 1 bulan remisi.

Berdasarkan data, hingga saat ini Lapas Klas II A Magelang telah dihuni sebanyak 576 orang. Kebanyakan mereka adalah narapidana kasus UPA (UU Perlindungan Anak) sebanyak 160 orang. Kasus narkoba 86 orang, pencurian 83 orang, perampokan 47 orang, dan penipuan 41 orang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.