Kompas.com - 21/07/2013, 11:12 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri
KEFAMENANU, KOMPAS.com - Anggota DPRD TTU dari Fraksi Demokrat, Eduardus Tanesib, diduga kuat menjadi dalang dalam kasus korupsi pengadaan kapal pengawas (speed boat) di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Statusnya bakal dinaikkan dari saksi menjadi tersangka.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasie Pidsus) Kejaksaan Negeri Kefamenanu, Franky Radja, SH, saat ditemui Kompas.com, di ruang kerjanya, Sabtu (20/7/2013) kemarin. Menurut Franky, terungkapnya peran Eduardus Tanesib, berdasarkan hasil persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang pekan lalu.

Saat dipersidangan, saksi Petrus Theodorus Riwurando yang menggantikan posisi Eduardus sebagai kepala perwakilan sebuah perusahaan konsultan perencana dan pengawas mengungkapkan, dia mengantikan Eduardus karena saat itu Eduardus telah dilantik menjadi anggota DPRD.

"Namun kenyataan semua proyek dikerjakan Eduardus, sementara Petrus Theodorus Riwurando hanya melaksanakan secara administrasi saja," kata Franky.

Franky mengatakan, saat menjabat sebagai anggota DPRD, Eduardus Tanesib tetap bekerja sebagai konsultan, namun perannya dibelakang layar. Dia menggunakan tenaga orang lain untuk memperlancar proses administrasi, karena yang punya link untuk jasa konsultan hanya Eduardus Tanesib. Sementara Petrus Theodorus Riwurando memang pekerja di bidang konsultan tetapi latar belakang pendidikannya sarjana sosial.

"Secara notaris, memang benar Petrus Theodorus Riwurando adalah kepala perwakilan perusahaan konsultan, tetapi yang mengerjakan semuanya adalah si Eduardus. Keuntungan yang didapat dari nilai proyek itu yakni Petrus Theodorus Riwurando hanya mendapatkan 10 persen saja, sementara Eduardus Tanesib dapat 90 persen," beber Franky.

Franky merinci, di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten TTU pada tahun 2009 melakukan pekerjaan pengadaan kapal pengawas (speed boat) untuk UPTD Perikanan Wini, Kecamatan Insana Utara dengan pagu anggaran Rp 910.808.800. Rinciannya perencanaan Rp 91.852.000, pengadaan Rp 757.201.500 dan pengawasan Rp 65.100.000.

Pengadaan speed boat itu kemudian dikontrakkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Maksi Tanesib kepada Direktris PT Ina Mandiri Dina Florentina Tupen dengan nilai Rp 757.201.500. Berdasarkan fakta pekerjaan rampung 82,94 persen, namun pencairan dananya 100 persen. Total kerugian negara yang ditimbulkan dari pelaksanaan proyek tersebut sebesar Rp 120.000.000.

Berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com, selain kasus korupsi pengadaan kapal pengawas (speed boat) di Dinas Kelautan dan Perikanan, Eduardus juga tersangkut kasus korupsi dana Bantuan Sosial dari Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten TTU tahun 2008 senilai Rp 5 miliar lebih. Namun dalam kasus tersebut, Eduardus sudah ditetapkan jadi tersangka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.