Kompas.com - 19/07/2013, 15:38 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi

KEFAMENANU, KOMPAS.com
 — SMP Negeri Lurasik, Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menarik biaya Rp 100.000 pada setiap siswa yang mengambil ijazah. Pihak sekolah berdalih, uang tersebut sebagai ucapan terima kasih dan untuk pengadaan kursi sekolah.

Sejumlah orangtua, yang enggan disebut namanya, mengaku sangat kesal dengan kebijakan sekolah itu karena hanya akan memberatkan orangtua yang berekonomi lemah.

“Seharusnya pungutan yang dilakukan sekolah tidak memberatkan orangtua, mengingat sekolah tersebut adalah sekolah negeri yang memiliki dana operasional dari pemerintah. Waktu pembagian amplop, kami semua sementara sibuk dan suasana sangat gaduh, sehingga hampir semua orangtua tidak tahu persis mengenai alasan pemungutan tersebut,” ungkap orangtua murid, kepada Kompas.com.

“Orangtua tidak diberi kesempatan untuk menanggapi kebijakan pungutan yang disampaikan pihak sekolah. Jika sebelumnya sudah disampaikan, dan orangtua diberi kesempatan untuk menanggapi, maka tentu kami akan keberatan, karena memang terlalu mahal. Masak, sekolah negeri pungutannya lebih mahal dari sekolah swasta?" tukas orangtua lainnya dengan nada kesal.

Salah seorang staf pengajar pada SMP Negeri Lurasik ketika dikonfirmasi, per telepon, membenarkan adanya pungutan yang dilakukan pihak sekolah.

Untuk diketahui, jumlah siswa tamatan tahun 2013 sebanyak 132 siswa. Dengan demikian, sekolah berhasil mengumpulkan Rp 14.520.000.

"Iya, pungutan itu dilakukan untuk pengadaan kursi dan meja sekolah, karena kondisi meja dan kursi di sekolah sudah tidak memungkinkan lagi," ungkap guru yang meminta namanya tidak disebutkan.

Dia juga meminta Kompas.com menanyakan langsung soal itu kepada Kepala Sekolah SMP Negeri Lurasik dan Kepala Dinas PPO TTU.

Dihubungi secara terpisah, Kepala SMP Negeri Lurasik Martinus Kono yang dihubungi melalui telepon selulernya, mengatakan sekolah hanya bertugas untuk mengumpulkan dana, sementara kesepakatan soal pungutan itu dilakukan dengan komite sekolah.      

"Soal pungutan ditawarkan komite kepada orangtua saat pembagian amplop, dan tidak ada orangtua yang komentar,” beber Martinus.

“Logikanya, orangtua setuju. Tapi sebaiknya, Bapak klarifikasi ke komite, karena kalau sudah sepakat, sekolah hanya mengumpulkan uangnya," Martinus menjelaskan melalui pesan singkat.

Namun, Martinus tidak memberi respons ketika Kompas.com meminta nomor telepon ketua komite sekolah.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.