Kompas.com - 15/07/2013, 14:24 WIB
PNS di Pamekasan tertangkap basah makan di siang hari di bulan Ramadhan saat razia oleh Pol PP Pamekasan, Senin (15/7/2013). KOMPAS.com/TaufiqurrahmanPNS di Pamekasan tertangkap basah makan di siang hari di bulan Ramadhan saat razia oleh Pol PP Pamekasan, Senin (15/7/2013).
|
EditorKistyarini

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menjaring belasan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang makan siang di warung yang buka di siang hari pada bulan Ramadhan, Senin (15/7/2013).

Selain PNS, beberapa warga lainnya juga ikut terjaring dalam razia tersebut. Kepala Seksi Penegak Peraturan Daerah Pol PP Pamekasan Syamsurizal, mengatakan, razia itu dalam rangka menindaklanjuti instruksi Bupati Pamekasan bahwa selama bulan Ramadhan warung makan dilarang berjualan di siang hari.

Namun karena banyak warung makan yang tidak mengindahkan instruksi tersebut, pihaknya langsung bertindak menyisir beberapa warung makan yang sudah terdeteksi sebelumnya.

"Dari awal sudah kita sampaikan kepada seluruh pemilik warung makan agar tidak berjualan selama bulan Ramadhan di siang hari. Tapi banyak melanggarnya," kata Syamsurizal.

Untuk itu Satpol PP sudah memberikan teguran secara lisan dan tertulis kepada pemilik warung agar mematuhi instruksi Bupati Pamekasan. Jika teguran itu tetap tidak diindahkan, maka Pol PP akan menyegel warung yang mangkir itu sampai bulan Ramadhan berakhir.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lapangan, beberapa PNS yang terjaring tampak malu dengan menutupi wajahnya untuk menghindar dari kamera sejumlah wartawan.

Bahkan sebagian di antara mereka ada yang menutupi wajahnya dengan plastik terpal. Namun ada pula di antara mereka yang tidak peduli meskipun dimintai identitasnya oleh Pol PP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mau puasa atau tidak itu terserah saya. Yang penting saya tidak merugikan orang lain dan tidak makan di tempat terbuka," kata salah satu PNS yang kesal dengan razia Pol PP.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.