Kompas.com - 07/07/2013, 01:36 WIB
KEFAMENANU, KOMPAS.com - Lantaran biaya pendaftaran yang terlampau mahal di sejumlah SMP Negeri favorit di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, membuat banyak siswa dari keluarga tidak mampu terpaksa batal mendaftar.

Salah satu contohnya adalah SMP Negeri I Kefamenanu. Sekolah favorit negeri yang lokasinya berbatasan dengan Distrik Oekusi, Timor Leste ini, memungut biaya pendaftaran untuk siswa baru sebesar Rp 1.050.000.

Philipus Heba, salah satu orangtua siswa kepada Kompas.com, Sabtu (6/7/2013) mengatakan, terpaksa membatalkan pendaftaran di SMPN 1 Kefamenanu, karena biaya yang terlalu maha.

Selain biaya yang mahal, lanjut Philipus, terdapat sejumlah syarat lain yang sangat memberatkan orangtua calon siswa.

“Kami ini orang susah dan tidak punya uang, sehingga kami mencari sekolah negeri supaya bisa ada keringanan dalam pembayaran uang sekolah. Namun setelah kami datang cek, ternyata biaya pendaftaran mencapai jutaan rupiah. Sehingga kami batalkan dan mendaftar di SMP Negeri 2 Kefamenanu yang harga pendaftarannya hanya Rp 22.000 saja,"  papar Philipus Heba.

Selain biaya pendaftaran yang mahal, SMPN 1 juga mengharuskan para siswa baru untuk membawa meja dan kursi yang sama persis dengan milik sekolah.

Hal lain yang semakin memberatkan sejumlah orangtua adalah SMPN 1 Kefamenanu hanya membuka pendaftaran selama dua hari.

Terkait masalah ini, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten TTU, Vinsensius Saba mengatakan, sesuai dengan surat edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nasional, sekolah dilarang memungut biaya pendaftaran siswa baru untuk SD dan SMP.

Sementara untuk SMA/SMK biaya pendaftaran masih dimungkinkan sepanjang uang tersebut bisa membiayai kebutuhan yang tidak dibiayai dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).

“Untuk SMP Negeri I Kefamenanu yang menetapkan biaya pendaftaran sampai jutaan rupiah itu, saya sudah telepon kepala sekolahnya dan memerintahkan agar pendaftarannya digratiskan saja. Apabila ada keluhan yang disampaikan kepada kami maka kami akan beri sanksi,” kata Vinsensius.

“Untuk siswa yang sudah terlanjur memberikan uang, kursi dan meja, saya sudah perintahkan  untuk dikembalikan. Saya juga sudah tanyakan kepada kepala sekolah, alasan membuat kebijakan seperti itu. Menurut kepala sekolah penerapan biaya pendaftaran karena kebutuhan," tambah Vinsensius.

"Saya katakan terkait kebutuhan meja kursi dalam jumlah yang banyak itu adalah porsinya dinas PPO, sementara kalau hanya satu dua saja maka harus dibeli pakai dana BOS,” pungkas Vinsensius.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.