Kompas.com - 02/07/2013, 16:03 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com — Salah satu jaksa di Kejaksaan Negeri Makassar, Grefik, yang disebut-sebut menerima suap dari terpidana suap calon siswa Polri AKP Samiono, membantah menerima uang dalam perkara tersebut.

Grefik kepada Kompas.com, Selasa (2/7/2013), menegaskan, dirinya tidak pernah mengetahui dan menerima dana suap dari Samiono untuk keringanan hukuman kasus suap calon siswa Polri di Makassar. Dia menyatakan, pihaknya hanya mengajukan tuntutan hukuman kepada tiga terdakwa suap, AKP Samiono, Iptu Safruddin, dan seorang PNS Polda Sulselbar, Sibo.

"Kami tidak pernah mengetahui dan menerima aliran dana kasus suap siswa Polri. Soal Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hidayat sebagai lawyer ketiga terpidana, kami tidak pernah menerima uang darinya," beber Grefik.

"Kalau bertemu, sekadar membahas perkara itu (suap calon siswa Polri) dan termasuk uang bukti suap Rp 260 juta dari terpidana Safruddin dan Sibo harus dirampas untuk diserahkan ke negara. Buktinya juga, tuntutan terhadap ketiga terpidana sama semua yakni 1 tahun 6 bulan," lanjutnya.

Grefik menambahkan, setelah jaksa melakukan penuntutan, majelis hakim memutuskan hukuman berbeda kepada ketiga terpidana. Samiono diganjar hukuman 1 tahun 2 bulan dengan barang bukti dokumen; Sibo divonis 1 tahun penjara dan uang Rp 130 juta harus dikembalikan kepada penyuap dan; Safruddin diganjar hukuman 10 bulan penjara dan uang Rp 130 juta dikembalikan ke penyuap.

Menurut Grefik, dengan ringannya hukuman terhadap kedua terdakwa, Sibo dan Safruddin, serta uang bukti suap dikembalikan, maka jaksa mengajukan banding di Pengadilan Tinggi (PT). Dari putusan banding itu, hukuman badan kedua terdakwa dinaikkan menjadi 1 tahun 2 bulan dan uang bukti suap Rp 260 disita untuk dimasukkan ke kas negara.

"Sedangkan Samiono tidak dibanding, karena hukuman penjaranya 1 tahun 2 bulan dan denda Rp 50 juta," jelas Grefik.

Sebelumnya diberitakan Kompas.com, AKP Bambang Sumiono tertangkap basah menerima suap Rp 260 juta dari dua calon siswa yang sedang mengikuti tes di Sekolah Perpolisian Nasional (SPN) Batua, Makassar.

Kasus ini juga melibatkan seorang anggota polisi Aiptu Safruddin dan PNS Sipil (PNS) di Mapolda Sulselbar, Sibo. Uang yang disita dari tangan anggota Aiptu Safruddin dan Sibo masing-masing senilai Rp 130 juta. Uang tersebut tadinya akan dibawa ke rumah Bambang Samiono.

Kasus itu kemudian melebar setelah ketiga pelaku divonis. Seseorang yang mengaku dekat dengan AKP Samiono membeberkan adanya dugaan praktik suap dalam proses hukum AKP Samiono.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X