Kompas.com - 01/07/2013, 10:25 WIB
Warga Maluku Utara sangat antusias menggunakan hak pilihnya memilih calon gubernur dan calon wakil gubernur Malut periode 2013-2018, Senin (1/7/2013). KOMPAS.com/Anton Abdul KarimWarga Maluku Utara sangat antusias menggunakan hak pilihnya memilih calon gubernur dan calon wakil gubernur Malut periode 2013-2018, Senin (1/7/2013).
|
EditorKistyarini

TERNATE, KOMPAS.com — Warga Maluku Utara terlihat antusias menggunakan hak pilih dalam  memilih gubernur baru provinsi itu, Senin (1/7/2013. Sayangnya banyak warga yang tidak bisa memilih karena tidak mendapat undangan.

Syarif Siaifuddin, warga Kelurahan Bastiong, ini mengaku tidak mendapat undangan sehingga tidak beranjak menuju tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak suaranya.

“Semua orang dapat undangan tapi saya tidak dapat,” ungkap Syarif, Senin (1/7/2013). Padahal, kata Syarif, namanya tercatat sebagai pemilih pada daftar pemilih tetap (DPT).

Sebagian warga di Kelurahan Takoma, Ternate, juga mengakui hal yang sama. Mereka sama sekali tidak mendapatkan undangan untuk hadir di TPS hari ini. Sebaliknya, ada warga yang sudah tidak berdomisili di daerah itu, tetapi tetap mendapat undangan.

“Ada beberapa warga di sini mereka dapat undangan untuk memilih dari panitia tapi mereka sudah tidak ada di sini lagi karena sudah lama mereka tidak kontrak rumah di sini,” ungkap Umar Din, salah seorang warga di Kelurahan Takoma, Ternate Selatan.

Menurut Umar, warga yang mendapat undangan, tetapi tidak berada di tempat, umumnya warga yang mengontrak rumah di kelurahan tersebut.

Sebelum pelaksanaan Pilgub Maluku Utara, mereka sudah meninggalkan kontrakan. Padahal, saat masih menghuni kontrakan, para petugas telah mendata mereka sebagai pemilih di kelurahan tersebut.

Kasus yang sama juga dilaporkan terjadi di sejumlah daerah. Di Kabupaten Halmahera Utara misalnya, dilaporkan sekitar seribuan warga tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Dalam rapat koordinasi antara Komisi III DPR RI bersama KPU Malut, Pemprov Malut, beserta jajaran TNI/Polri sehari sebelumnya, terungkap sekitar ribuan warga di Desa Wosia, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, tidak terdaftar dalam DPT. Akibatnya, di desa tersebut hanya terdapat dua buah TPS.

Tim dari Komisi III DPR RI mengancam akan melaporkan temuan ini ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jakarta. “Akan kita laporkan apa yang kita temui di lapangan,” ungkap Marskus Nari, Ketua Tim Komisi III DPR RI saat pertemuan dengan KPU Malut, Minggu (30/6/2013).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X