Kades Kembalikan Kartu BLSM karena Tak Tepat Sasaran

Kompas.com - 28/06/2013, 15:07 WIB
Seorag warga menempelkan poster di kantor Kelurahan Timuran, Solo, Selasa (25/6/2013) KOMPAS.COM/M WismabrataSeorag warga menempelkan poster di kantor Kelurahan Timuran, Solo, Selasa (25/6/2013)
|
EditorFarid Assifa

KENDAL, KOMPAS.com
 — Kepala Desa Bangunrejo, Kecamatan Patebon, Kendal, Jawa Tengah, mengembalikan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) untuk pengambilan uang bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) ke kantor pos setempat. Dikembalikannya KPS itu untuk menghindari kericuhan warga sebab BLSM dianggap tidak tepat sasaran.

Ada beberapa warga yang terbilang mampu mendapat BLSM, sementara warga yang miskin malah tidak menerimanya.

"KPS untuk mengambil uang BLSM saya kembalikan karena tidak tepat sasaran," kata Kepala Desa Bangunrejo Patebon, Nursalim, Jumat (28/6/2013).

Nursalim menjelaskan, pihaknya tidak berani membagikan KPS yang diberikan oleh kantor pos. Pasalnya, lebih dari 50 persen penerima BLSM di desanya dianggap tidak berhak mendapatkan dana kompensasi kenaikan harga BBM ini.

"Kami tidak berani bagi karena 50 persen lebih, tidak tepat sasaran. Saya tidak tahu, nantinya tetap dibagi oleh kantor pos atau tidak. Sebab, hingga kini, pihak kantor pos juga belum menemui saya," ujarnya.

Dia mengaku kasihan kepada warga miskin yang tidak menerima BLSM. Ia mencontohkan, ada janda tua yang kerjanya serabutan, tetapi tidak mendapat BLSM. Demikian juga dengan seorang warganya yang sakit stroke, tetapi tidak mendapat BLSM. Padahal, untuk makan saja, warga tersebut dibantu tetangganya.

"Rumah kedua warga itu, juga sudah nyaris rubuh," ungkapnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, salah satu warga miskin di Desa Bangunrejo RT 01/I Patebon, Kendal, Ngasuan (65), mengaku tidak menerima BLSM. Namun, dia berharap bisa mendapat bantuan uang dari pemerintah yang besarnya 150 ribu per bulan itu. Untuk makan pun, dia mengandalkan pekerjaan serabutan.

"Saya tidak dapat BLSM, entah kenapa. Padahal, kerjaan saya hanya seorang buruh tani," katanya iba.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X