Kompas.com - 24/06/2013, 15:11 WIB
|
EditorFarid Assifa
MANOKWARI, KOMPAS.com — Ratusan pengemudi angkutan umum yang biasa beroperasi melayani warga di Manokwari serta ke sejumlah daerah terpencil di pedalaman Papua Barat, Senin (24/6/2013), melakukan aksi mogok serta berunjuk rasa di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Manokwari.

Aksi yang dilakukan oleh para sopir angkutan umum ini bertujuan mendesak pemerintah segera menetapkan tarif angkutan baru pasca-naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) tanggal 22 Juni 2013 lalu.

Selain hanya memarkir kendaraannya di halaman kantor Dishub, mereka juga menolak mengangkut sejumlah penumpang yang ingin menggunakan jasanya ke berbagai tempat di wilayah Manokwari.

Di halaman kantor Dishub, para sopir ini hanya duduk-duduk sambil berharap dapat bertemu dengan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Manokwari, Beny Boneftar, untuk menyampaikan aspirasinya. Setelah 30 menit kemudian, ratusan pengemudi kemudian bertemu dengan Kepala Dishub Beny Boneftar.

Dalam tuntutannya, para pengemudi meminta kenaikan tarif angkutan umum rata-rata 30 hingga 40 persen dari harga sebelum BBM naik. Bahkan, untuk daerah pedalaman, para pengemudi mematok kenaikan hingga 50 persen, yakni angkutan pedesaan dari Kota Manokwari menuju Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan, yang semula Rp 40.000 menjadi Rp 60.000.

"Kami meminta pemerintah segera mengeluarkan penetapan tarif baru untuk menyesuaikan kenaikan harga BBM serta pemerintah harus membatasi trayek DAMRI yang cukup menyulitkan pendapatan angkutan umum karena harga tarif yang relatif lebih murah," kata perwakilan pengunjuk rasa, Yakobus Ribunibu.

Menanggapi permintaan pengunjuk rasa, Beny Boneftar berjanji akan bertemu terlebih dahulu dengan Bupati Manokwari Bastian Salabai untuk berkonsultasi. Hasilnya akan diteruskan ke Gubernur Papua Barat untuk selanjutnya mengeluarkan peraturan daerah tentang kenaikan tarif angkutan kota maupun angkutan pedesaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk persoalan tarif DAMRI, menurut Boneftar, masih akan dibicarakan lagi ke jajarannya karena ini menyangkut persoalan orang banyak sebab tidak semua masyarakat dapat menggunakan jasa angkutan umum dengan tarifnya yang tinggi.

"Kita pernah batasi trayek DAMRI, tapi banyak masyarakat yang datang dan marah, kemudian merusak kantor. Jadi, masalah DAMRI ini akan dibicarakan lebih lanjut karena selama ini DAMRI hanya melayani angkutan luar kota, yang kebanyakan dimanfaatkan oleh masyarakat dari kalangan petani," ujar Boneftar.

Setelah memperoleh penjelasan, ratusan sopir akhirnya membubarkan diri. Namun, mereka memberi batas waktu hingga Rabu lusa. Jika tidak ada realisasi, mereka akan melakukan aksi mogok lanjutan yang lebih besar dan lebih lama lagi.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

    Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

    Regional
    Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

    Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

    Regional
    Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

    Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

    Regional
    Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

    Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

    Regional
    Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

    Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

    Regional
    Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

    Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

    Regional
    Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

    Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

    Regional
    Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

    Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

    Regional
    Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

    Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

    Regional
    Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

    Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

    Regional
    Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

    Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

    Regional
    Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

    Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

    Regional
    Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

    Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

    Regional
    Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

    Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

    Regional
    Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

    Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.