Salin Artikel

Kemenag Solo: Takbir Malam Idul Fitri Hanya Boleh di Masjid, Mushala, dan Rumah

SOLO, KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo, Jawa Tengah melarang kegiatan takbir keliling malam Idul Fitri 1445 Hijriyah pada Selasa (9/4/2024) malam.

Hal tersebut akan menambah kemacetan arus lalu lintas.

Kepala Kemenag Kota Solo, Hidayat Maskur mengatakan, larangan kegiatan takbir keliling malam Idul Fitri 1445 Hijriyah merupakan hasil rapat bersama kepolisian dan jajaran keamanan di Solo.

"Untuk takbir keliling di sini tidak diperkenankan," kata Hidayat dihubungi Kompas.com, Selasa.

Dari hasil rapat bersama dengan Polres dan jajaran keamanan, takbir keliling tidak dianjurkan dan tidak diperkenankan, kecuali di kampung.

"Ini yang menjadi permasalahan lalu lintas harus menyeberang jalan sementara ini diimbau untuk tidak melakukan karena akan menambah parah kemacetan. Ini bagian toleransi bersama sehingga kita tidak perlu euforia dengan takbir keliling," sambung dia.

Hidayat mengimbau masyarakat untuk melakukan takbir malam Idul Fitri di masjid, mushala dan rumah masing-masing.

"Takbir dilakukan sesuai dengan Menteri Agama itu di masjid, kemudian mushala, di rumah masing-masing itu kita hiasi dengan takbir," terang Hidayat.

Sebelumnya, aturan takbiran Idul Fitri 2024, penggunaan pengeras suara luar masjid dibatasi hanya sampai pukul 22.00 waktu setempat.

Hal itu disebutkan dalam Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 1 Tahun 2024 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024 M.

Panduan ini mengatur penyelenggaraan ibadah selama Ramadhan, Idul Fitri 1445 H, serta aturan pelaksanaan takbiran Lebaran 2024.

Aturan ini dibuat untuk menjaga kekhusyukan beribadah dan menjunjung tinggi nilai toleransi dalam pelaksanaan ibadah Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Melalui Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 1 Tahun 2024, pemerintah melalui Kementerian Agama merilis panduan penyelenggarakan ibadah selama bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1445 Hijriah.

Berdasarkan aturan tersebut, takbiran Idul Fitri dapat dilaksanakan di masjid, mushala, maupun tempat lain.

Termasuk diatur pula mengenai penggunaan pengeras suara untuk takbiran Idul Fitri dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushala. Berikut aturannya.

Takbiran Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal dapat dilakukan di masjid atau mushala menggunakan pengeras suara luar sampai pukul 22.00 waktu setempat.

Setelah pukul 22.00, takbir dapat dilanjutkan di masjid atau mushala dengan menggunakan pengeras suara dalam.

Selain itu, suara yang dipancarkan melalui pengeras suara perlu memerhatikan kualitas dan kelayakan siarannya. Suara yang disiarkan harus bagus atau tidak sumbang dan menggunakan pelafalan yang baik dan benar.

https://regional.kompas.com/read/2024/04/09/194952178/kemenag-solo-takbir-malam-idul-fitri-hanya-boleh-di-masjid-mushala-dan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke