NEWS
Salin Artikel

"Reseller" Jadi Tersangka Investasi Bodong di Tuban, Umumkan Keuntungan di Instagram

IR adalah reseller investasi yang dikelola Samudra Bilad (21), mahasiswa asal Lamongan.

Samudra sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka. Kerugian yang ditimbulkan dari investasi tersebut mencapai Rp 4 miliar.

IR diamankan setelah penyidik Polres Tuban memeriksa saksi dan melakukan gelar perkara pada Sabtu (29/1/2022).

Janjikan keuntungan hingga 50 persen

Kasus tersebut berawal saat korban diberitahu dua rekannya, E dan D terkait investasi yang dikelola IR.

Korban yang tertarik dengan investasi tersebut menghubungi IR melalui WhatsApp. IR kemudian menjelaskan investasi yang berupa saham yang diakui dikelola sendiri oleh IR.

Kepada korban, IR menjanjikan keuntungan 50 persen untuk setiap slot saham yang akan dibelinya.

Ia juga menjamin uang yang diserahkan akan aman karena dikelola sendiri olehnya.

Perempuan 21 tahun itu juga memberitahu Instagram pribadinya yakni @nitipinvest.2021 yang bisa diakses sebagai bukti perolehan keuntungan yang sudah dikirim ke para membernya.

IR menawarkan 3 slot untuk investasi. Slot pertama sebesar Rp 500.000 dengan profit sebesar Rp 200.000.

Sementara slot kedua Rp 800.000 dengan profit sebesar Rp 400.000 dan untuk slot ketiga sebesar Rp 1.000.000 mendapatkan profit sebesar Rp 500.000.

Transfer Rp 108 juta

Korban pun tertarik dengan investasi yang ditawarkan IR. Pada Minggu (2/1/2022), korban mengikuti slot ketiga dan mentransfer uang Rp 75 juta ke rekening IR.

Selanjutnya pada Selasa (4/1/2022), korban kembali mentransfer IR sebesar Rp 11 juta. Terakhir pada Rabu (5/1/2022), korban mentransfer Rp 22 juta.

Total slot yang diikuti korban adalah 108 slot.

Namun setelah 10 hari berjalan, dari 108 slot, korban belum mendapatkan pengembalian modal keuntungannya.

"Setelah diklarifikasi, tersangka beralasan uang pengembalian investasi tersebut menunggu pencairan dari Bilad yang ada di wilayah Lamongan," ungka Kasatreskrim Polres Tuban AKP M Adhi Makayasa.

Di saat bersamaan, korban mengetahui jika Samudra Bilad (21) pengelola investasi bodong itu diamankan oleh Polres Lamongan.

"Karena merasa tidak ada kejelasan dan merasa ditipu oleh IR sehingga melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tuban," pungkas dia.

Penyidik Polres Tuban saat ini telah memeriksa 60 saksi/korban dan kerugian dari investasi bodong tersebut mencapai Rp 4 miliar.

Kini, tersangka telah ditahan di tahanan Mapolres Tuban dan dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP jo 55 KUHP jo 64 Ayat 1 KUHP dengan ancaman paling lama 5 tahun penjara.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Hamim | Editor : Khairina)

https://regional.kompas.com/read/2022/01/30/134800478/-reseller-jadi-tersangka-investasi-bodong-di-tuban-umumkan-keuntungan-di

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Pemeriksaan LKPD 2022, Bupati Maluku Barat Daya Minta OPD Keuangan Fokus 3 Hal

Jelang Pemeriksaan LKPD 2022, Bupati Maluku Barat Daya Minta OPD Keuangan Fokus 3 Hal

Regional
Ilusi Hutan Tropika Basah Asli Kalimantan di IKN Nusantara

Ilusi Hutan Tropika Basah Asli Kalimantan di IKN Nusantara

Regional
Mendorong Pembangunan KA Tegineneng-Bakauheni

Mendorong Pembangunan KA Tegineneng-Bakauheni

Regional
Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Regional
Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.