Salin Artikel

Atalia Ridwan Kamil Paparkan Langkah Strategis Turunkan Stunting di Jabar

KOMPAS.com – Bunda Genre Provinsi Jawa Barat (Jabar) Atalia Praratya Ridwan Kamil memaparkan beberapa tugasnya sebagai Duta Penurunan Stunting.

Salah satu tugas tersebut yaitu menyosialisasikan pembekalan dan pengetesan kesehatan kepada calon pengantin. Sebab, sosialisasi menjadi bagian terpenting dalam mencegah stunting dari hulu.

"Satu hal yang sangat menarik adalah bagaimana kami mendorong agar upaya penurunan stunting itu dimulai dari hulu dan memberikan pembekalan kepada calon pengantin. Hal ini agar mereka betul-betul bisa menjadi calon pengantin yang sehat," ujar Atalia dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (29/12/2021).

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat dikukuhkan sebagai Duta Penurunan Stunting Provinsi Jabar oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Hasto Wardoyo di Hotel Aston, Bandung, Senin (27/12/2021).

Selain Atalia, Bunda Genre di 27 kabupaten dan kota di Jabar juga dikukuhkan sebagai Duta Penurunan Stunting. Pengukuhan ini bertujuan untuk mengakselerasi penyuluhan kepada ibu-ibu di tingkat kecamatan sampai kelurahan dan desa mengenai bahaya stunting.

"Pengukuhan itu juga karena adanya data stunting di Jabar yang masih harus kami perjuangkan bersama," ucapnya.

Menurut Atalia, calon pengantin harus mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pendampingan selama tiga bulan pranikah.

Tak hanya pemeriksaan kesehatan dan pendampingan, kata dia, calon pengantin juga harus mendapat bimbingan pernikahan dengan materi pencegahan stunting.

"Pada saat mereka akan melakukan pernikahan akan dicek dulu terkait riwayat penyakit. Apakah mereka anemia atau mungkin dari pihak perempuan memiliki lingkar lengan kurang dari 23,5 centimeter (cm)," imbuh Atalia.

Sebab, lanjut dia, riwayat sakit dan bentuk fisik akan menjadi suatu hal yang mempengaruhi tumbuh kembang janin ketika nanti ada dalam kandungan.

Sebagai informasi, dalam mencegah stunting, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar melalui perwakilan BKKBN Jabar telah bekerja sama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag). 

Dari kerjasama itu, diharapkan setiap calon pengantin yang diperkirakan berjumlah hingga 6.000 per tahun bisa mendapatkan edukasi pranikah secara maksimal.

"Sosialisasi melalui kerja sama ini memang penting sekali untuk didorong bersama-sama. Sebab, 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi satu hal yang sangat memengaruhi," kata Atalia.

Lebih lanjut, ia berharap, pengecekan sejak dini tersebut dapat memproteksi anak-anak generasi penerus bangsa.

“Pada saat kami memberikan pembekalan kepada para calon pengantin. Hal ini bisa meminimalisasi jumlah stunting bahkan zero new stunting di Jabar pada 2023," imbuh Atalia.

Untuk diketahui, berdasarkan data BKKBN Pusat, angka stunting di Jabar mengalami penurunan dari 31,1 persen pada 2018-2019 menjadi 24,5 persen.

Harapan Kepala BKKBN

Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo berharap, kehadiran Duta Penurunan Stunting di Jabar mampu menjadi lokomotif untuk menyebarkan informasi ke pelosok daerah terkait upaya pencegahan stunting.

"Mereka ini Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di kabupaten dan kota, tokoh masyarakat. Jadi, harapan saya di daerahnya menjadi perwakilan ketua tim percepatan stunting," katanya.

Oleh karena itu, Hasto meminta Duta Stunting di 27 kabupaten dan kota se-Jabar untuk membentuk tim di desa atau kelurahan. Tim ini nantinya diisi oleh dua orang sebagai Duta Genre dalam menjembatani informasi seputar pencegahan stunting.

"Bunda Genre akan memimpin PKK yang ada di desa untuk care terhadap stunting. Saya akan beri pekerjaan rumah supaya mengangkat Duta Genre per desa dengan anggota masing-masing laki-laki dan perempuan," ucapnya.

Terkait kerja sama BKKBN Jabar dan Kemenag Jabar, Hasto berharap kolaborasi itu bisa menjadi solusi dalam memberikan pengawasan pencegahan stunting.

Pencegahan tersebut, kata dia dengan mengedukasi sekaligus memeriksa kondisi calon pengantin.

“Makanya, kami hadirkan Kepala Kanwil Kemenag dan BKKBN itu tujuannya ingin mewajibkan secara bertahap dan menjadi kewajiban semua calon pengantin atau yang ingin menikah untuk diperiksa tiga bulan sebelumnya," imbuh Hasto.

 

https://regional.kompas.com/read/2021/12/29/18452931/atalia-ridwan-kamil-paparkan-langkah-strategis-turunkan-stunting-di-jabar

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke