NEWS
Salin Artikel

Sederhana, Ini Konten YouTube yang Membuat Mantan Pekerja Serabutan Raup Puluhan Juta Rupiah

Awalnya, Winandi bekerja serabutan. Kemudian anaknya, Kenzin (12), yang merasa iba dengan pekerjaan Winandi, akhirnya membuatkan Winandi channel YouTube bernama "Keluarga Ndeso".

Lalu, apa saja konten yang dibuat oleh Winandi?

Winandi mengawali YouTubenya dengan membuat konten menu makanan pedesaan yang dibuat istrinya, Aning Nurtatia (35), pada 16 April 2021. Dalam sehari dia bisa mengunggah dua video.

Konten tersebut diambil 1-2 bulan pertama .

Namun, di bulan-bulan selanjutnya, Winandi kehabisan materi video. Dia kemudian memperluas tema yang bisa dijadikan konten, tetapi masih berada di lingkungan.

Akhirnya muncul ide membuat konten video berisi aktivitas sehari-hari yang dia, istri, dan anaknya jalani.

Mulai dari merekam aktivitas bangun tidur hingga istirahat di malam hari.

Sejak saat itu, anggota keluarga kecil itu berkolaborasi penuh dalam proses pembuatan video.

"Kalau saya sedang mencangkul di kebun, ya yang merekam videonya Kenzin atau istri. Kalau pas merekam istri sedang memasak di dapur, saya atau Kenzin yang merekam," kata Winandi kepada Kompas.com, Minggu (5/12/2021).

Subscriber makin bertambah

Sejak saat itu, jumlah penonton dan subscriber saluran YouTube Keluarga Ndeso bertambah dengn cepat.

Setiap hari channel itu mendapatkan tambahan subscriber mulai dari ratusan hingga paling banyak mendekati 2.000 subscriber baru dalam sehari.

Kini channel yang dibuat Kenzin itu sudah mendapatkan hampir 50.000 subscriber hanya dalam waktu delapan bulan.

Raup puluhan juta

Konsistensi membuat konten YouTube akhirnya berbuah hasil yang baik.

Winandi dan keluarganya mampu meraup puluhan juta rupiah dari adsense YouTube.


Namun, uang yang didapat tidak hanya untuk kebutuhan keluarga, tapi juga untuk memperkaya konten video.

Misalnya, baru-baru ini, Winandi membeli dua ekor kambing untuk dipelihara.

Aktivitas membuat kandang kambing pun sudah mampu menyumbang beberapa tayangan video.

Meski sudah mampu meraup pendapatan puluhan juta rupiah per bulan, Winandi mengaku belum berniat menginvestasikan pendapatannya untuk membeli peralatan yang lebih bagus, seperti kamera, mikrofon, ataupun peralatan pengolahan suara.

"Masih mengandalkan handphone. Suasana perdesaan saya upayakan sealamiah mungkin, misalnya suara kicauan burung ya berasal dari suara yang memang ada ketika aktivitas kita rekam," ujarnya.

Dialog pun dia pertahankan apa adanya. Dialog sehari-hari keluarga itu yang menggunakan bahasa Jawa dialek Blitar dari sub-kultur Mataraman.

Bekerja sebagai pengepul besi

Sebelum menjadi YouTuber, Winandi merupakan pengepul besi. Usahanya itu bangkrut pada 2014.

Saat masih memiliki usaha, Winandi mendapatkan omzet paling besar Rp 3 juta per hari.

Namun, keuntungan yang dia dapat sangat sedikit bahkan kadang merugi.

Kini, pendapatannya bersih yang dia dapat jauh lebih tinggi.

Tentu saja Winandi, Aning, dan bahkan Kenzin harus bekerja keras untuk kesuksesan yang dapat diraih dalam waktu tak terlalu lama.

Winandi harus mengedit dan mengunggah setiap video yang mereka produksi dengan menghabiskan waktu sekitar 15 jam setiap hari, mulai dari merekam video, editing, hingga mengunggah video.

Winandi juga terus mempelajari tutorial yang disediakan YouTube.

(Penulis Kontributor Blitar, Asip Agus Hasani | Editor Pythag Kurniati)

https://regional.kompas.com/read/2021/12/07/121641478/sederhana-ini-konten-youtube-yang-membuat-mantan-pekerja-serabutan-raup

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.