NEWS
Salin Artikel

Rugikan Negara Rp 50 Miliar, Kades di Bandung Ditetapkan Tersangka Korupsi Aset Tanah Desa

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi berhasil mengungkap tindak pidana korupsi yang dilakukan kepala desa dan mantan kepala desa di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat (Jabar).

Keduanya diketahui menyalahgunakan wewenang dengan cara memindah tangankan atau melakukan penghapusan aset tanah kas Desa Cikole seluas kurang lebih 8 hektar.

Adapun kerugian yang diakibatkan mencapai Rp 50 miliar.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Komisaris Besar Polisi Arif Rachman mengatakan, bahwa pelaku yang berhasil ditangkap berinsial JR yang merupakan Kepala Desa Cikole dan MS mantan Kepala Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, KBB.

Keduanya ditangkap pada Rabu (27/10/2021) atas dasar laporan kepolisian pada tanggal 30 April 2021.

"Kami mengamankan dua orang diduga melakukan tindak pidana korupsi," ucap Arif di Mapolda Jabar, Kamis (28/10/2021) sore.

Usai ditangkap, keduanya langsung dibawa ke Mapolda Jabar untuk dilakukan pemeriksaan dari pagi sampai siang.

Setelah gelar perkara, JR dan MS langsung ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dan langsung dilakukan penahanan.

Dilakukan pada tahun 2020

Menurut Arif, tindak pidana korupsi ini dilakukan kedua tersangka pada tanggal 15 juni 2020.

Tersangka JR dan MS, menyalahgunakan wewenang dengan memindah tangankan atau menghapus aset tanah kas Desa Cikole yang berlokasi di Blok Lapang Persil 57.

"Kedua tersangka pada Juni 2020 lalu bersama-sama menyalahgunakan wewenang, yang memindahtangankan tanah kas Desa Cikole seluas 8 hektar yang terletak di Blok Lapang Persil 57, Desa Cikole, ke atas nama inisial M," ucapnya. 


Penghapusan aset tidak berizin

Dikatakannya, dalam pelaksanaan penghapusan tersebut Kepala Desa Cikole tidak terlebih dahulu mendapat izin atau persetujuan dari Bupati Bandung Barat sebagaimana ketentuan dalam pasal 22 Permendagri No. 1 Tahun 2016 Jo pasal 21 Peraturan Bupati Bandung Barat No. 30 Tahun 2016 Tentang Pengelolaan Aset Desa.

Lebih lanjut, kata Arif, perbuatan Kepala Desa Cikole ini diduga melanggar  ketentuan dalam pasal 2, pasal 3 dan pasal 9 UU RI No. 31 tahun 1999  tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 dan atas perbuatan tersangka berakibat hilangnya tanah kas desa.

"Berdasarkan hasil audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), nilai aset yang diakibatkan kerugian oleh perbuatan dua tersangka ini yakni senilai Rp.50.696.000.000," ucap Arif.

https://regional.kompas.com/read/2021/10/28/184715478/rugikan-negara-rp-50-miliar-kades-di-bandung-ditetapkan-tersangka-korupsi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.