NEWS
Salin Artikel

38 Satwa Endemik Indonesia Timur yang Akan Diselundupkan Akhirnya Mati

Padahal, satwa jenis burung tersebut merupakan satwa endemik dari Indonesia Timur.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Ujang Wisnu Barata mengatakan, Polda Sumsel sebelumnya menemukan sebuah minibus yang membawa sebanyak 114 satwa dilindungi pada 7 Oktober 2021 di Palembang.

Seluruh satwa itu lalu dibawa untuk menjalani perawatan.

Namun, sebanyak 38 ekor mati karena mengalami sakit.

“Selain itu ada 11 burung jenis nuri ara besar dimusnahkan karena positif flu burung. Sehingga, total satwa yang layak untuk translokasi adalah 65 ekor,” kata Ujang kepada wartawan, Selasa (5/10/2021).

Ujang mengatakan, 65 ekor satwa akan dikirim ke tiga wilayah di timur Indonesia.

Masing-masing yakni di Jayapura sebanyak 2 ekor ayam mambruk victoria; 3 ekor kasturi kepala hitam; 2 ekor kakaktua raja; 17 ekor soa payung; dan 9 ekor kadal panama.

Selanjutnya, wilayah Sorong Papua Barat sebanyak 4 ekor nuri hitam.

Kemudian, pengiriman ke Maluku sebanyak 13 ekor kasturi ternate; 6 ekor kakaktua maluku; dan 9 ekor kadal panama.

“Kita mempercepat pengembalian satwa ini karena khawatir akan stres jika semakin lama. Untuk satwa yang terinfeksi flu burung telah dimusnahkan dan surat berita acaranya sudah dilengkapi,” ujar Ujang.

Menurut Ujang, total kerugian negara atas penyelundupan satwa itu mencapai Rp 1,3 miliar.

Sebab, penyelundupan itu merugikan banyak pihak, termasuk terganggunya habitat asli satwa yang kini telah nyaris punah itu.

“Dari survei pasar gelap, bila dijual dalam negeri satwa ini mencapai Rp 300 juta. Namun, untuk di luar negeri mencapai Rp 1,3 miliar,” kata Ujang.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Tertentu pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel AKBP Rahmat Sihotang menjelaskan, mereka belum mengetahui siapa pelaku yang menyelundupkan satwa tersebut.

Sebab, polisi hanya mendapatkan laporan masyarakat mengenai sebuah mobil yang membawa satwa dilindungi.

“Dari awal pelakunya tidak ada, karena orangnya tidak ditemukan. Tetapi proses penyelidikan masih tetap berlanjut. Pelat mobil itu juga berasal dari Jakarta,” ujar Rahmat.

Mengenai dugaan keterlibatan oknum anggota Brimob, Rahmat mengatakan, informasi itu belum diketahui kebenarannya.

“Informasinya dapat dari mana? Kalau ada informasi terkait ini silakan diberikan ke kami, sehingga tidak ada simpang siur,” kata Rahmat.

https://regional.kompas.com/read/2021/10/05/164038378/38-satwa-endemik-indonesia-timur-yang-akan-diselundupkan-akhirnya-mati

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.