NEWS
Salin Artikel

"Jateng di Rumah Saja", Akses Masuk Temanggung Diperketat, Lampu Dipadamkan di Sejumlah Titik

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Akses masuk wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, akan dijaga ketat oleh aparat gabungan pemerintah daerah, TNI dan Polri.

Pengetatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung gerakan "Jateng di Rumah Saja" yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pada 6 dan 7 Februari 2021. 

Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi mengatakan, pembatasan akses masuk wilayah Kabupaten Temanggung  berlaku limitatif di mana penyekatan dilaksanakan di seluruh wilayah perbatasan, di antaranya di perbatasan Kabupaten Kendal, Wonosobo, Semarang, dan Kabupaten Magelang.

Selain itu pengetatan juga akan dilakukan di wilayah kota.

"Pembatasan akses masuk itu berlaku limitatif, kalau kendaraan-kendaraan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, terus kemudian sembako, gas, pemadam kebakaran, ambulan tetap diperbolehkan," kata Benny, ditemui usai rapat Satgas Penanganan Covid-19 di Pendapa Pengayoman, Kamis (4/2/2021) sore.

Benny mengaku sudah berkoordinasi dengan Komandan Kodim 0706 Temanggung, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait pembatasan ini. Petugas akan berjaga di perbatasan untuk mengecek kendaraan yang masuk ke wilayah Temanggung.

"Jadi nanti tetap ada selektif prioritas, keperluannya apa. Nanti di titik masuk Temanggung akan ada anggota melakukan pengecekan," katanya.

Tak hanya itu, Pemkab Temanggung juga akan memadamkan lampu di sejumlah titik, terutama di lokasi yang kerap terjadi kerumuman. Lokasi tersebut mulai wilayah Kecamatan Temanggung, Ngadirejo, Kranggan, dan Parakan. 

"Jika nanti ditemui kerumunan akan dibubarkan oleh aparat gabungan," jelas Benny. 

Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq optimistis masyarakat di wilayahnya akan patuh mengikuti gerakan "Jateng di Rumah Saja", sebagaimana yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

Pihaknya pun telah menandatangani Surat Edaran (SE) nomor 066 tahun 2021 tentang Peningkatan Kedisiplinan dan Pengetatan Protokol Kesehatan pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. 

"Jadi sebagaimana edaran Pak Gubernur yang kemudian juga diteruskan dalam edaran Bupati Temanggung. Insya Allah tanggal 6 dan 7 Februari 2021, saya yakin dan saya percaya masyarakat Temanggung akan mengikuti imbauan Pak Gubernur untuk tetap di rumah saja," ujar Khadziq. 

Di samping pembatasan akses beberapa ruas jalan, dalam dua hari tersebut pasar hanya akan buka sampai pukul 12.00 WIB. Selebihnya waktu yang ada dimanfaatkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di pasar sekitar pukul 14.00 WIB.

Khadziq berujar, gerakan yang akan dilaksanakan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19.

Ia meminta masyarakat untuk tetap berada di rumah apabila tidak ada keperluan yang penting dan mendesak.

https://regional.kompas.com/read/2021/02/05/08484801/jateng-di-rumah-saja-akses-masuk-temanggung-diperketat-lampu-dipadamkan-di

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Regional
Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Regional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.