Massa yang hendak melakukan longmarch menuju kantor wali kota Sorong diadang anggota Kepolisian dan Brimob di Jalan Jendral Ahmad Yani.
Massa yang tak terima dengan pengadangan kemudian melakukan perlawanan dengan menyerang aparat kepolisian dengan batu, botol kaca, dan mercon.
Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan mengatakan, pengadangan dilakukan agar tidak mengganggu ketertiban umum.
"Kami mengimbau agar massa pedemo segera membubarkan diri supaya tidak melakukan kegiatan. Namun, massa tak terima dan terjadi gesekan sehingga kami mengamankan lima orang yang terlibat dalam aksi demo tersebut," ujar Ary di lokasi, Jumat.
Dalam aksi demo anarkistis itu, tiga anggota Brimob Detasemen B Pelopor Sorong, satu anggota Polres Sorong Kota, dan satu wartawati menjadi korban akibat terkena lemparan batu dan botol.
Kelima korban yang mengalami luka serius dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut Oetojo untuk mendapat penanganan medis.
Pada Jumat sore situasi di lokasi telah kondusif. Para demonstran telah membubarkan diri.
https://regional.kompas.com/read/2020/11/27/16164331/aksi-demo-di-sorong-ricuh-3-brimob-dan-1-jurnalis-terluka-terkena-lemparan
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan