NEWS
Salin Artikel

5 Kasus Bayi Dibuang dalam Sepekan, Mayat Gosong hingga Penemuan Janin di Minimarket

Salah satunya adalah kasus pembuangan bayi di kebun sawit di Desa Persiapan Suka Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Pelaku adalah Sri, ibu sang bayi yang malu memiliki anak di luar nikah.

Sementara di Jember, warga Dusun Kramat, Kecamatan Kalisat dihebohkan dengan penemuan mayat bayi yang gosong karena terbakar pada Rabu (18/11/2020).

Mayat bayi tersebut ditemukan di tengah tumpukan ranting kayu yang berada di semak belukar.

Dan berikut 5 kasus pembuangan bayi dalam sepekan terakhir:

Saat ditemukan warga yang bernama Slamet Raharjo (50), bayi dengan ari-ari yang masih menempel tersebut terbungkus karung.

Pelaku pembungan bayi adalah Sri warga Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu.

Ia mengaku bayi tersebut adalah hasil hubungan dengan kekasihnya. Karena malu hamil di luar nikah, Sri nekat membuang bayinya di kebun sawit.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Taufik Lukman Nurhidayat mengatakan Sri telah diamankan pada Kamis (12/11/2020) malam.

Saat itu petugas mencurigai seorang wanita dengan kondisi celananya ada bercak darah. Setelah dilakukan pemeriksaan, perempuan itu mengakui telah membuang bayinya.

"Pelaku mengaku membuang bayinya, karena merasa malu hamil di luar nikah. Sementara untuk pacarnya masih dalam penyelidikan," kata Taufiq.

Kepada polisi, NS mengaku mencekik bayinya dan memotong tali ari-ari dengan pisau dapur pada Senin (9/11/2020).

Setelah dipastikan meninggal, bayi tersebut dibungkus dengan kantong plastik dan dibuang di selokan yang tak jauh dari rumahnya.

"Jadi pelaku ini (NS) melakukan perbuatan kejinya pada hari Senin, sekitar pukul 03.00 WIB di kamar mandi rumahnya," kataKapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy.

Mayat bayi tersebut ditemukan pada Kamis (12/11/2020) oleh warga. Ia terkejut saat melihat bungkusan di selokan depan rumahnya yang dihinggapi lalat dan beraroma busuk.

Bayi tersebut adalah hasil hubungan NS dengan pacarnya.

"Motifnya rasa malu, ditambah lagi pacarnya enggak mau bertanggung jawab," ucap Roland.

Menurut Paur Humas Polres HST, Aipda M Husaini, warga awaknya mengira jasad bayi tersebut adalah boneka.

"Warga awalnya mengira bahwa jasad bayi itu boneka. Setelah kita periksa ternyata jasad bayi dan diduga dari hasil hubungan gelap," ujar Aipda M Husaini saat dikonfirmasi, Kamis (18/11/2020).

Bayi tersebut diduga sengaja dihanyutkan ke sungai setelah dilahirkan untuk menghilangkan jejak.

"Kemungkinannya memang seperti itu. Untuk pelakunya kami masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti dan keterangan warga," jelasnya.

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, petugas kemudian membawa jasad bayi ke Rumah Sakit Damanhuri Barabai, HST.

Saat ditemukan, mayat bayi yang terbakar itu ada di tengah tumpukan ranting kayu di antara semak belukar.

“Tadi Kami dapat laporan dari kepala desa ada penemuan bayi,” kata Kapolsek Kalisat AKP Sukari pada Kompas.com via telepon, Rabu.

Pihak kepolisian masih belum bisa menyimpulkan apakah bayi tersebut sengaja dibakar atau tidak.

Sebab, masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian.

“Kami masih belum tahu, dalam lidik,” tutur dia.

Pihak kepolisian juga masih mengumpulkan saksi dari kasus penemuan bayi yang terbakar tersebut.

Kasatreskrim Polres Dompu Iptu Ivan Roland Cristofel membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan pihaknya telah melakukan olah TKP terkait penemuan janin dlama mini market.

"Ya benar, tadi malam kami telah melakukan olah TKP penemuan janin di Desa Sori Utu," kata Ivan Roland, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/11/2020).

Menurutnya polisi masih memeriksa beberapa saksi yang ada di lokasi untuk mencari pelaku pembuangan janin tersebut.

"Kami akan dalami kasus tersebut, terhadap beberapa saksi akan kami periksa untuk pengembangan penyelidikan maupun penyidikan," kata Ivan.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Idon Tanjung, Afdhalul Ikhsan, Andi Muhammad Haswar, Bagus Supriadi, Idham Khalid | Editor: Khairina, Abba Gabrillin, euku Muhammad Valdy Arief, Robertus Belarminus)

https://regional.kompas.com/read/2020/11/19/17070051/5-kasus-bayi-dibuang-dalam-sepekan-mayat-gosong-hingga-penemuan-janin-di

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.