NEWS
Salin Artikel

Derita Nelayan Kecil Indramayu, Sering Ditangkap gara-gara Tak Tahu Langgar UU Perikanan

Ironisnya mereka ditangkap bukan karena kesengajaan melainkan ketidaktahuan adanya UU tersebut.

Padahal, UU tersebut telah disahkan pemerintahan beberapa tahun lalu dan banyak nelayan masih belum tahu.

Dewan Presidium Serikat Nelayan Tradisional Indonesia, menyebut tindakan nelayan kecil Indramayu tersebut sangat wajar.

Menurutnya jika nelayan melanggar diberi pemahaman atau pengarahan dari UU tersebut.

"Bukan dihukum. Mereka itu tidak tahu sebab (WPP-NRI) minim sosialisasi terhadap mereka. Jadi ketika ditangkap jangan dihukum, tapi diberi pemahaman," ujar Ketua Dewan Presidium Serikat Nelayan Tradisional Indonesia, Kajidin, kepada Kompas.com, Selasa (3/11/2020).

Kajidin mengungkap, hukuman bagi nelayan melanggar UU tersebut bermacam dari penahanan hingga penghancuran kapal nelayan.

Untuk itu ia menilai UU tersebut bagi nelayan kecil perlu dikecualikan, sebab menurutnya masih belum efektif. 

Cari ikan di liar teritori

Di antara nelayan kecil ditangkap, menurutnya kebanyakan mencari ikan di luar teritori. Wilayah penangkapan ikan nelayan Indramayu di luar pulau Jawa hingga Malaysia, sehingga ditangkap petugas.

"Makanya saya keras sering advokasi mereka ketika ditangkap. Sebab yakin dalam hati mereka, tidak ada niat jahat. Mereka tidak tahu tentang undang-undang tersebut," ujarnya.

Bahkan, seringkali, karena ketidakefektifan undang-undang tersebut terhadap realitas kenyataan nelayan, dirinya menjadi jaminan. Sebab dijelaskannya nasib nelayan kecil masih di bawah batas sejahtera.

"Bayangkan saja, pandemi ini harga-harga ikan menurun drastis. Belum lagi mereka menutup biaya produksi hendak melaut mencari pendapatan untuk keluarga," jelas Kajidin.


Tidak tahu ada UU klaster laut

Sementara itu, nelayan Karangsong, Indramayu, Dasuki (57), menjelaskan dirinya tidak tahu tentang UU klaster laut tersebut.

Meski ada UU tersebut dirinya tidak pernah ditangkap sebab mencari ikan masih di seputaran laut Jawa.

"Nggak tahu. Tapi ya sering ada teman saya ditangkap di Malaysia dan negara lainnya. Tapi saya tidak tahu ditangkapnya karena apa, tapi dia juga balik lagi," terang Dasuki.

Mengenai UU kluster laut tersebut, Dasuki berharap bisa berpihak pada kehidupan nelayan kecil. Sebab nelayan kecil dijelaskannya masih butuh perhatian pemerintah.

"Untuk masalah bantuan Covid-19 saja, kita dari nelayan kecil belum banyak yang dapat. Minimalnya, ada untuk kita nelayan kecil semisal jaring tangkap," jelasnya.

https://regional.kompas.com/read/2020/11/03/19425681/derita-nelayan-kecil-indramayu-sering-ditangkap-gara-gara-tak-tahu-langgar

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.