NEWS
Salin Artikel

Pendatang Tak Pakai Masker di Solo, Siap-siap Bersihkan Sungai 30 Menit

SOLO, KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo, Jawa Tengah masih menunggu surat edaran (SE) resmi Wali Kota terkait pemberlakuan sanksi baru bagi pelanggar protokol Covid-19 yang terjaring operasi yustisi masker.

Sanksi baru ini adalah bagi warga luar kota yang terjaring operasi yustisi masker akan dikenai sanksi membersihkan sungai selama 30 menit. Sedangkan warga dalam kota hanya 15 menit.

Sanksi tersebut baru disampaikan secara lisan oleh Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 Jateng pada 28 September 2020.

"Yang pasti dasarnya itu (SE Wali Kota) yang kita pakai. Artinya, mana kala beliau (Wali Kota) mengatakan seperti itu harus tertuang di dalam surat edaran," kata Sekretaris Satpol PP Kota Solo Didik Anggono kepada Kompas.com di Solo, Jawa Tengah, Rabu (30/9/2020).

Didik mengatakan tidak bisa menerapkan sanksi baru kepada pelanggar protokol Covid-19 yang terjaring operasi yustisi masker sebelum ada SE resmi Wali Kota.

Menurut Didik, SE Wali Kota ini penting sebagai dasar bagi petugas lapangan untuk menerapkan sanksi baru tersebut.

"Kalau SE sudah terbit nanti kita pelajari seperti apa. Karena seperti yang diketahui setiap warga negara di muka hukum kan sama. Walaupun itu luar kota, dalam kota kan sama. Nanti teknisnya pembedaan waktu saja. Kita kumpulkan mana yang dalam kota dan mana luar kota," terang dia.

"Tetapi, tetap dasarnya dulu yang kita pegang. Monggo (silakan) di SE atau instruksi Wali Kota ataupun apa. Setelah terbit dasar itu yang kita pakai," sambung dia.

Didik menerangkan masih menggunakan sanksi sosial yang ada saat ini. Pelanggar yang terjadi operasi yustisi masker, baik yang dari luar kota maupun dari dalam kota sanksinya membersihkan sungai selama 15 menit.

"Mana kala nanti ada instruksi yang lain selain yang sudah terbit itu yang kita gunakan," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah membedakan hukuman sosial bagi pelanggar protokol kesehatan Covid-19 yang tertangkap dalam Operasi Yustisi Masker.

Hal ini karena pelanggar yang tertangkap dalam Operasi Yustisi Masker tidak hanya warga Solo, tetapi juga ada dari luar kota.

Bahkan, pelanggar yang tertangkap didominasi warga dari luar kota.

"Operasi yustisi masker 60 persen pelanggarannya dari luar kota dan 40 persen dari dalam kota. Jadi, sanksinya dibedakan. Dalam kota tetap 15 menit dan luar kota 30 menit," kata Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Selasa (29/9/2020).

https://regional.kompas.com/read/2020/09/30/15074741/pendatang-tak-pakai-masker-di-solo-siap-siap-bersihkan-sungai-30-menit

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.