Salin Artikel

Sederet Fakta Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Ilegal dan Polisi Tak Berani Bubarkan

Padahal kasus Covid-19 di Kota Tegal masih menunjukkan peningkatan.

Diketahui acara digelar oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo.

Konser disebut-sebut sebagai hiburan dalam hajatan pernikahan dan sunatan keluarga anggota DPRD Kota Tegal itu.

Ribuan orang pun berbondong-bondong mendatangi lokasi konser di Lapangan Tegal Selatan.

Tampak sebuah panggung besar dilengkapi tata cahaya dan sejumlah sound system besar.

Layar lebar pun disiapkan layaknya sebuah konser akbar.

Sejak siang hingga malam hari, Lapangan Tegal Selatan tak sepi dari penonton.

Mereka tak melakukan jaga jarak saat menikmati alunan musik dangdut.

Banyak terlihat masyarakat yang datang tanpa mengenakan masker. Mereka beralasan datang dalam kondisi sehat.

"Tidak apa-apa. Kan saya sehat," kata Saputra (23) yang sengaja datang bersama belasan temannya di Lapangan Tegal Selatan.

Namun ada pula penonton yang tetap menggunakan masker dan hanya berani melihat konser dari kejauhan.

"Saya memilih melihat dari layar yang dipasang di panggung. Karena ngeri juga kan kasus corona sedang melonjak," kata Kusnaenah (47), penonton yang datang bersama suaminya.

Jauh hari, penyelenggara menyebut hanya menggelar hiburan musik untuk menghibur tamu hajatan yang terbatas jumlahnya.

"Pak Wasmad Edi Susilo yang notabene Wakil Ketua DPRD Kota Tegal mengajukan izin saat 1 September untuk menyelenggarakan pernikahan dan khitan anaknya," kata Kapolsek Tegal Selatan, Kompol Joeharno.

Pada Rabu siang, polisi mengetahui ternyata yang digelar adalah acara konser dangdut besar.

Pihaknya langsung mencabut izin saat itu juga, sehingga konser tersebut merupakan kegiatan ilegal.

"Artinya sudah perbuatan melawan hukum. Karena izin yang diberikan tidak sesuai dengan awal yang diajukan hingga akhirnya izin dicabut. Maka tidak ada pengaman anggota malam itu," kata dia.

"Karena kegiatan ini sudah disiapkan, maka dia (tuan rumah) menyatakan tidak akan melibatkan TNI dan Polri untuk pengamanan dan akan menanggung sendiri semua risiko yang terjadi," kata Joeharno.

Salah satu alasannya ialah Polsek Tegal Selatan kekurangan personel untuk membubarkan massa.

"Tidak berani menutup paksa mengingat kami dari Polsek tidak mempunyai kekuatan yang signifikan. Alasan kedua tidak elok rasanya kami naik panggung menghentikan paksa," kata dia.

Sebenarnya, polisi meminta agar penyelenggara secara bijaksana menghentikan acara, tetapi konser tetap terus berjalan.

Kompas.com sudah berupaya meminta konfirmasi kepada Wasmad Edi Susilo, namun dirinya tidak berada di kantor DPRD Kota Tegal.

Saat ditelepon dan dihubungi melaluinya WhatsApp, Wasmad juga tidak memberi respons.

Bahkan dirinya sudah menelepon Wali Kota Tegal Dedi Yon Supriyono untuk menegur adanya kegiatan yang mengumpul massa.

Dedi pun meminta maaf atas adanya konser yang berpotensi menjadi sumber penularan Covid-19.

"Saya hanya sampaikan, ini butuh sensitivitas dari pemimpin. Kalau itu bisa dibatasi, enggak kita larang. Ayo beradaptasi. Tapi kalau seperti itu, liar dan didiamkan saja, ya kita namanya tidak bertanggung jawab. Pak Wali Kota tadi minta maaf pada saya," kata Ganjar di kantornya, Semarang, Kamis (24/9/2020).

Dia menyayangkan kegiatan ilegal tersebut justru digelar oleh seorang pimpinan DPRD.

"Kalau mau acara pernikahan, silakan tapi dibatasi orangnya dan tertutup saja. Tidak boleh lagi ada kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa seperti itu. Kalau seperti itu kan kebangetan lah, apalagi itu dilakukan oleh para pemimpin. Itu tidak memberikan contoh baik pada masyarakat," sebut Ganjar.

"Pihak penyelenggara sedang dimintai klarifikasi oleh Polda Jateng di Mapolres," kata Kapolres, yang enggan menyebut nama siapa yang dipanggil, di Mapolres Tegal Kota, Kamis (24/9/2020).

Rita menegaskan kejadian tersebut tidak akan terulang dan tidak akan memberi izin kegiatan yang berpotensi menjadi sumber penularan virus.

"Kita tidak akan memberikan rekomendasi segala bentuk hiburan atau izin keramaian selama penanganan wabah Covid-19 di Kota Tegal. Ini berlaku sampai ada pemberitahuan terbaru," terangnya.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Tegal, Tresno Setiadi, Riska Farasonalia | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief, Khairina)

https://regional.kompas.com/read/2020/09/25/06492641/sederet-fakta-konser-dangdut-hajatan-wakil-ketua-dprd-tegal-ilegal-dan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke