Salin Artikel

Cerita Mang Oleh, Pemilik Odading Rasa "Iron Man", Jualan 30 Tahun, Viral Usai Divideo Teman Anaknya

Dalam video dengan gaya nyeleneh yang viral di media sosial, disebutkan memakan odading membuat orang-orang merasa sebagai 'Iron Man'.

Sang pemilik, Mang Oleh menuturkan, kisah di balik bisnis makanan yang ternyata telah digelutinya selama puluhan tahun itu.

Rupanya menjual odading dan cakue memang sudah 30 tahun digelutinya.

"Saya sudah dagang selama 30 tahun ini," kata Mang Oleh.

Ternyata, sudah sejak dulu odading Mang Oleh dikenal. Hanya saja, ketenarannya tidak seperti saat ini.

Oleh bahkan bercerita, sebelum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden, SBY kerap mampir ke warung Mang Oleh untuk membeli odading.

"Pak SBY sama Bu Ani sering nongkrong di sini sebelum jadi presiden. Memang sudah jadi langganan," kata dia.

Tak hanya itu, rupanya odadingnya pernah dipesan untuk menjadi santapan George W Bush saat ia menjabat sebagai presiden Amerika Serikat dan datang ke Indonesia.

Kemudian, sejumlah selebritis pun pernah datang ke warungnya.

"Pernah juga dipesan oleh Istana Negara untuk menyambut George Bush. Pemeran sinetron Preman Pensiun juga sering mampir ke sini. Pak Bondan Maknyus juga pernah mampir. Hotel juga ambil barang dari sini, tapi enggak seramai sekarang," tutur Oleh.

"Dulu yang kerja di sini cuma dua orang. Sekarang semua anak saya ikut bantu," ujar dia.

Dengan gaya ngegas dan nyeleneh-nya, Ade Londok ternyata membuat warung Mang Oleh semakin ramai.

"Ade itu teman anak saya. Dia itu cuma makan odading sambil divideokan, gitu saja. Enggak nyangka bakal viral," kata dia.

Mang Oleh sebenarnya, sempat keberatan dengan kata-kata kasar Ade di ujung video tersebut. Namun setelah viral, Mang Oleh tak mempermasalahkannya.

Dalam video itu, Ade mengajak masyarakat untuk membeli odading Mang Oleh. Sebab, pembeli bisa merasakan sensasi menjadi Iron Man.

Meski terkesan konyol, namun video tersebut membuat omzet Mang Oleh naik empat kali lipat.

Sebelum video Ade viral, dirinya hanya menghabiskan 30 hingga 40 kilogram adonan odading dan cakue dalam sehari.

Sudah empat hari ini, lanjut Mang Oleh, adonan odading dan cakue yang mampu dihabiskan bisa mencapai satu kuintal (100 kilogram) setiap hari.

"Sebelum viral omzet per hari Rp 700.000. Setelah viral, ya, dikali empatlah (sekitar Rp 2,8 juta)," aku Mang Oleh.

"Saya sudah dagang selama 30 tahun, ini seperti titik puncak karier saya. Saya enggak nyangka bisa ramai seperti ini. Peningkatannya hingga empat kali lipat," lanjut ayah 15 anak ini.

Rabu, 16 September 2020, Ridwan Kamil mengunjungi warung odading Mang Oleh di Jalan Baranangsiang, Bandung.

Emil sempat terkejut melihat antrean panjang di warung odading Mang Oleh usai video promosinya viral.

"Saya sedang berada di Jalan Baranangsiang Bandung bersama S3 Marketing Indonesia Mang Ade Londok. Beliau bisa membuat satu produk jadi terkenal, salah satunya skill bahasa," kata Emil.

Bahkan, Ade ditunjuk oleh Ridwan Kamil mempromosikan kuliner di Jawa Barat.

"Kang Ade ini sedang akan saya tugaskan mempromosikan kuliner Jabar," tutur Emil.

Untuk memudahkan aktivitas Ade, Emil memberinya sebuah ponsel.

"Kemarin ada aspirasi kalau ngevlog hp-nya suka copot, sekarang saya kasih hadiah hp baru. Silakan dibuka. Hp-nya saya kasih agar bisa ngevlog dengan kualitas yang baik, bahasanya tolong disesuaikan," ucap Emil.

Hal itu direspons oleh Ade dengan pantun nyeleneh.

"Terima kasih kepada Pak Ridwan Kamil, mudah-mudahan sehat selalu. Semoga selalu ada dalam keberkahan, semoga sehat dan selalu melestarikan budaya Sunda. Terima kasih, Pak Ridwan Kamil. Ikan hiu pergi ke Sadang Serang, hidup Ridwan Kamil," seloroh Ade.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani | Editor : Farid Assifa)

https://regional.kompas.com/read/2020/09/17/05450041/cerita-mang-oleh-pemilik-odading-rasa-iron-man-jualan-30-tahun-viral-usai

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke