Komandan Batalyon (Danyon) A Pelopor Sat Brimob Polda Sumut Kompol Bernhard L Malau mengatakan, ledakan tersebut diduga berasal dari tabung gas elpiji dan gas oksigen.
Dari hasil monitoring personel yon - A di lokasi kejadian ledakan tersebut sampai menghancurkan bangunan bengkel milik Suriono tersebut.
"Sesuai dengan informasi yang diperoleh ledakan berasal dari tabung gas elpiji dan tabung gas oksigen, sehingga menghancurkan bangunan bengkel," ungkapnya melalui aplikasi percakapan WhatsApp, Kamis (27/8/2020).
Bernhard melanjutkan, adapun serpihan dari besi ledakan tabung gas elpiji dan tabung gas angin itu, menceredai korban serta merusak mobil yang melintas di lokasi ledakan.
"Untuk saat ini data korban yang meninggal dunia 4 orang meninggal di tempat dan sembilan orang mengalami luka berat sudah dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans," jelasnya.
Bernhard melanjutkan, sampai saat ini 2 unit mobil Toyota Rush dengan BK 1706 EW dan mobil jenis Mitsubishi Kuda dengan BK 1907 DU mengalami kerusakan 70 persen akibat terkena serpihan ledakan tabung gas.
Atas kejadian ini, untuk sementara Jalur Lalulintas di Jalan Teuku Amir Hamzah mengalami kemacetan akibat masyarakat setempat menyaksikan di lokasi kejadian.
"Lokasi TKP sudah diberi garis polisi untuk penyelidikan lanjutan," ujarnya.
Baca selanjutnya: Saksi: Setelah Ledakan Keras, Saya Lihat Ada Asap Putih dan Para Korban Berserakan...
https://regional.kompas.com/read/2020/08/27/14363511/gas-dan-tabung-oksigen-di-bengkel-las-hamparan-perak-meledak-4-orang-tewas
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Daftarkan EmailPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan