NEWS
Salin Artikel

Dari Lereng Merapi ke Cantelan Pagar, Gerakan Berbagi Sayuran di Saat Pandemi

Bantuan swadaya yang melibatkan petani dan kalangan lainnya ini menginspirasi banyak orang sehingga gerakan bernama Sejangkauan Tangan tersebut kemudian menular ke sejumlah daerah di luar Yogyakarta.

Pagi itu persimpangan Kampung Kutu Wates, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terlihat berbeda dari biasanya.

Pagar besi sebuah kedai kopi yang berada di pojok jalan, penuh dengan cantelan kantong plastik berisi sayuran. Sejumlah warga yang melawatinya pun tak sungkan-sungkan mengambil.

"Di masa pandemi ini, banyak yang menganggur. Mau masak tidak ada [bahan makanan]. Eh kok ada yang menggantungkan bungkusan sayur. Saya ambil sawi dan tomat, jadi sekarang saya bisa masak," kata Musidah, seorang warga setempat, Jumat (24/7/2020).

Adalah Arief Winarko, orang yang menggantungkan plastik berisi sayur-mayur itu. Pria berusia 39 tahun itu melakukan aktivitas tersebut sejak awal April.

Awalnya gerakan berbagi itu dia lakukan bersama keluarga dan teman dekatnya. Sekarang, gerakan berbagi sayuran yang bernama Sejangkauan Tangan, telah melebar ke sejumlah daerah bahkan sampai ke luar DIY.

"Di luar DIY ada di Samarinda dan sejumlah daerah di Jawa Barat," ujar Wiwin kepada wartawan BBC News Indonesia.

Bermula dari keresahan Arief yang melihat banyaknya masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Dia teringat, pada masa awal-awal pandemi, sejumlah kampung di DIY ditutup untuk menghindari pesebaran virus Covid-19 termasuk di kampungnya.

Melalui hasil penjualan kedai kopinya, Arief memulai gerakan berbagi untuk sesama. Dia ingin memberikan sesuatu kepada warga dengan apa yang dia miliki, tapi bantuannya harus tepat sasaran saat pandemi. Lalu terpikirlah untuk membagikan sayur-mayur.

"Banyak mengandung gizi dan vitamin," katanya.

Arief memilih membagikan sayur karena kandungan gizi dan vitamin pada sayuran dapat menjaga kesehatan selama pandemi, terlebih untuk anak-anak.

Selain banyak kandungan gizi, sayuran harganya terjangkau sehingga Arief yang juga mengalami dampak pandemi masih bisa membeli untuk berbagi.

"Bergizi, murah, dan mudah," katanya.

Mulailah Wiwin mencari tempat untuk membeli sayur dengan harga terjangkau. Saat itu banyak pasar yang tutup.

Ia lalu teringat pada kelompok petani di Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Daerah itu adalah salah satu penghasil sayur di Jawa Tengah.

Namun dia harus mengambilnya ke luar kampung karena akses jalan masuk ke kampungnya ditutup.

Saat itu ada ada lima karung berisi sayur-mayur. Ada sawi, kubis, kembang kol, wortel, kancang panjang, dan jenis sayuran lainnya.

"Itu pertama kali, saya masih ingat," kata Arief.

Arief kemudian membungkus sayur tersebut bersama temannya. Ada 100 bungkus plastik berisi sayur. Bungkusan-bungkusan itu dia cantelkan saat itu juga di pagar kedai kopinya yang terletak di persimpangan Kampung Kutu Wates.

Dan satu persatu warga yang lewat mengambilnya secara cuma-cuma.

"Kami hanya ingin berbagi di tengah pandemi, mereka senang kami pun senang," katanya.

Respons masyarakat yang gembira dengan adanya pembagian sayur secara gratis membuat Arief semakin semangat.

Gerakan Sejangkauan Tangan pun cepat menyebar lewat media sosial. Beberapa teman Arief menghubunginya dan ikut berdonasi. Sejangkauan Tangan pun semakin melebar ke desa-desa lain di Yogyakarta, seperti di daerah Mojosari, Patangpuluhan, Sidikan, Mlangi, Sawahan, Cokrokusuman, dan Cabean.

Di luar DIY, gerakan Sejangkauan Tangan juga telah cepat melebar sampai di Samarinda, Kalimantan Timur; Depok, Jawa Barat; dan DKI Jakarta.

"Akhirnya kami disupport banyak orang dan teman-teman yang ikut berdonasi," tutur Arief yang mengaku saat memulai gerakan merogoh koceknya sendiri.

Salah satu teman Arief yang tergerak untuk ikut menyumbang dan terlibat dalam gerakan Sejangkauan Tangan adalah Hendra.

Pria yang berbisnis di bidang sablon pakaian itu menjadi koordinator posko Sejangkauan Tangan di Mlangi-Sawahan, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, DIY.

Di situ, seminggu tiga kali, Sejangkauan Tangan membagikan mencantelkan puluhan bungkus sayur di pagar yang terletak di pertigaan jalan.

"Senin, Rabu, Jumat, kalau awal-awal setiap hari. Biar tidak jenuh," kata Hendra,

Hendra mengaku tergerak ingin ikut berbagi sayur-mayur lantaran banyak orang yang membutuhkan di masa pandemi terutama untuk asupan gizi dan nuturisi.

Warga sekitar sangat antusias, bahkan mereka ikut berbagi dengan mencantelkan bungkusan berisi bahan beras atau kerupuk.

"Mereka juga ikut berbagi dan mencantelkan bungkusan," ujar pria berusia 39 tahun itu.

"Hasil panen tidak bisa terjual karena banyak daerah dan pasar yang ditutup, pembatasan wilayah," kata Untung Pribadi (42), petani dari Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Menurut Untung, biasanya hasil panen mereka jual ke pedagang lokal atau ke pasar dan dari pasar didistribusikan ke sejumlah kabupaten lain.

Namun hal itu tidak bisa dia lakukan di masa pandemi. Akibatnya banyak sayur yang busuk dan dibuang.

"Atau kalau terjual, harganya sangat murah. Kembang kol yang biasanya Rp 2.000 perkilo, cuma dihargai Rp 500an," ujar Untung.

Fakta itu diamini petani lainnya di Desa Sumber, Setyoko (32). Dia mengakui petani mengalami kerugian karena dampak pandemi. "Masak sawi hanya dihargai Rp500,- per kilonya?"

Namun dengan adanya gerakan Sejangkauan Tangan yang langsung melibatkan petani untuk mendistribusikan hasil panennya, Setyoko mengaku hasil panen petani bisa terjual.

Harganya pun tidak merugikan petani karena Sejangkauan Tangan membeli dengan harga di atas harga pasar.

"Mereka membeli dengan harga yang bisa menghargai jerih payah kami sebagai petani. Walaupun tidak seperti hari biasanya tapi kami cukup terbantu," kata Setyoko.

Setyoko, Untung, dan petani lainnya lantas mengumpulkan hasil panen sayur-mayur mereka untuk dijual ke gerakan Sejangkauan Tangan. Untung merasa bahwa hubungan dengan gerakan itu tak hanya bermotif bisnis, tapi juga solidaritas sosial.

"Gerakan itu sangat bagus dan membantu kami dengan membeli hasil panen. Makanya kami juga ikut berdonasi semampu kami. Karena kita punyanya sayuran ya nyumbang sayuran," kata Untung.

Pelibatan petani secara langsung dalam gerakan Sejangkauan Tangan, diakui Arief memang untuk meringankan beban mereka.

Sebab, pada masa pandemi petani sulit menjual hasil panennya dan mereka rugi besar.

"Kami ingin hasil panen terjual dan petani mendapatkan keuntungan," katanya.

Arief tak tahu sampai kapan gerakan Sejangkauan Tangan akan terus berlangsung, namun dia bertekad selama masa pandemi dan masih ada yang berdonasi, dia akan terus mencantelkan bungkusan sayur di pagar kedai kopinya.

"Ini adalah upaya kecil kami berbagi di masa pandemi untuk kemanusiaan. Berbagi tanpa tanpa membeda-bedakan, apapun latar belakangnya. Kita semua berbagi untuk kemanusian. Sayur for everyone," ucap Wiwin.

Jika dihitung sejak awal Sejangkauan Tangan mulai berbagi, Sabtu 4 April, gerakan itu sudah berlangsung lebih dari 100 hari dan sudah lebih dari 15.000 bungkus sayur yang mereka bagikan kepada warga.

"Semoga kami diberi kesehatan dan bisa tetap membagikan sayur dari petani kepada masyarakat," pungkas Arief.

https://regional.kompas.com/read/2020/08/21/07070041/dari-lereng-merapi-ke-cantelan-pagar-gerakan-berbagi-sayuran-di-saat-pandemi

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Riau dan Polresta Pekanbaru Raih Peringkat Terbaik Kompolnas Award 2022, Gubri Ungkap Harapannya

Polda Riau dan Polresta Pekanbaru Raih Peringkat Terbaik Kompolnas Award 2022, Gubri Ungkap Harapannya

Regional
Gubernur Syamsuar Harapkan UU HKPD Bawa Kesejahteraan bagi Daerah

Gubernur Syamsuar Harapkan UU HKPD Bawa Kesejahteraan bagi Daerah

Regional
Alexa, Siswi Berprestasi di Tarakanita dan Bintang Film Vania On Lima Street

Alexa, Siswi Berprestasi di Tarakanita dan Bintang Film Vania On Lima Street

Regional
Gubri Terima Penghargaan Tokoh Wakaf Nasional Unsur Kepala Daerah dari BWI Award 2022

Gubri Terima Penghargaan Tokoh Wakaf Nasional Unsur Kepala Daerah dari BWI Award 2022

Regional
Tingkatkan Digitalisasi Pelaku UMKM di Medan, Walkot Bobby Jalin Kerja Sama dengan Paper.id

Tingkatkan Digitalisasi Pelaku UMKM di Medan, Walkot Bobby Jalin Kerja Sama dengan Paper.id

Regional
Hadirkan Kartu Kredit Pemda Pertama di Indonesia, Bobby Nasution: Kami Ingin Akselerasi Penyerapan Anggaran

Hadirkan Kartu Kredit Pemda Pertama di Indonesia, Bobby Nasution: Kami Ingin Akselerasi Penyerapan Anggaran

Regional
Pemprov Jateng Raih Predikat A Reformasi Birokrasi, Ganjar Siap Kejar Target Predikat AA

Pemprov Jateng Raih Predikat A Reformasi Birokrasi, Ganjar Siap Kejar Target Predikat AA

Regional
DPMPTSP Riau Raih Peringkat Pertama UPP Kategori Prima 2022, Gubri: Jadi Motivasi Bekerja Keras

DPMPTSP Riau Raih Peringkat Pertama UPP Kategori Prima 2022, Gubri: Jadi Motivasi Bekerja Keras

Regional
Bagaimana Akhir Kejahatan Sistemik Mas Bechi?

Bagaimana Akhir Kejahatan Sistemik Mas Bechi?

Regional
Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Medan, Wali Kota Bobby Luncurkan UHC JKMB

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Medan, Wali Kota Bobby Luncurkan UHC JKMB

Regional
Hadirkan Medan Street Art Festival Mural dan Graffiti, Walkot Bobby Dapat Apresiasi dari Penggiat Seni Mural

Hadirkan Medan Street Art Festival Mural dan Graffiti, Walkot Bobby Dapat Apresiasi dari Penggiat Seni Mural

Regional
Telur Busuk

Telur Busuk

Regional
Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Regional
Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Regional
Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Regional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.