NEWS
Salin Artikel

Kronologi Penutupan Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Berawal dari Konflik Kepengurusan

Kuasa hukum Tio Eng Bo, Anam Warsito membenarkan pihaknya bertanggung jawab atas penggembokan itu.

"Benar kita yang gembok, kita lakukan jam sembilan malam lebih saat semua sudah keluar, jadi kita tunggu," kata Anam saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (29/7/2020).

Anam menjelaskan awal mula penggembokan klenteng tersebut.

Awalnya, pengurus kubu Tio Eng Bo dilarang melakukan doa bersama dan sembahyang di klenteng pada Jumat (24/7/2020).

Anam menyebutkan, pengurus dari kubu Alim Sugiantoro mengunci pintu masuk klenteng dari dalam pada hari itu.

Mereka, kata Anam, beralasan kubu Tio Eng Bo akan melakukan hal yang tak diinginkan.

Setelah aksi penolakan itu, terpasang spanduk informasi larangan beraktivitas di klenteng selama pandemi Covid-19.

Spanduk yang terpasang di pintu masuk itu tak menjelaskan sampai kapan klenteng terbesar di Indonesia itu ditutup.

"Padahal, saat itu kita sampaikan mau sembahyang doa bersama sebagai ucapan rasa syukur atas terbitnya surat pengesahan dari Kementerian Agama tentang susunan kepengurusan Klenteng Kwan Sing Bio periode 2019-2022 yang diketuai Tio Eng Bo," jelas Anam.

Kubu pengurus Tio Eng Bo tak terima dengan perlakuan itu. Mereka bermusyawarah dan sepakat menutup paksa pintu masuk klenteng.

"Pengurus yang sah kami, ya kami gembok sekalian sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Anam.

Dianggap keterlaluan

Sementara itu, Penilik Demisioner Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Kwan Sing Bio Alim Sugiantoro mengatakan, penutupan paksa itu keterlaluan.

Ia heran kubu pengurus Tio Eng Bo tak mematuhi putusan sela dari Pengadilan Negeri Tuban.

"Ini meresahkan umat, saya akan laporkan. Ingat saya penilik demisioner berhak melindungi kelenteng selama belum ada pengurus definitif," kata Alim Sugiantoro di Klenteng Kwan Sing Bio, Tuban, Selasa (28/7/2020).

Alim menganggap kepengurusan Tio Eng Bo tak sah. Tio Eng Bo dan pengurusnya tak pernah dilantik.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah umat dan pegawai yang hendak beribadah tak bisa memasuki Klenteng Kwan Sing Bio.

Penggembokan seluruh pintu masuk klenteng diduga dilakukan kubu kepengurusan Tio Eng Bo (Mardjojo) pada Senin (27/7/2020) malam.

Saat itu, ada pekerja yang melihat Tio Eng Bo berdiri di depan klenteng dan meminta siapapun tak membuka gembok tersebut.

(Kontributor Tuban, Hamim)

https://regional.kompas.com/read/2020/07/29/12111141/kronologi-penutupan-klenteng-kwan-sing-bio-tuban-berawal-dari-konflik

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alexa, Siswi Berprestasi di Tarakanita dan Bintang Film Vania On Lima Street

Alexa, Siswi Berprestasi di Tarakanita dan Bintang Film Vania On Lima Street

Regional
Gubri Terima Penghargaan Tokoh Wakaf Nasional Unsur Kepala Daerah dari BWI Award 2022

Gubri Terima Penghargaan Tokoh Wakaf Nasional Unsur Kepala Daerah dari BWI Award 2022

Regional
Tingkatkan Digitalisasi Pelaku UMKM di Medan, Walkot Bobby Jalin Kerja Sama dengan Paper.id

Tingkatkan Digitalisasi Pelaku UMKM di Medan, Walkot Bobby Jalin Kerja Sama dengan Paper.id

Regional
Hadirkan Kartu Kredit Pemda Pertama di Indonesia, Bobby Nasution: Kami Ingin Akselerasi Penyerapan Anggaran

Hadirkan Kartu Kredit Pemda Pertama di Indonesia, Bobby Nasution: Kami Ingin Akselerasi Penyerapan Anggaran

Regional
Pemprov Jateng Raih Predikat A Reformasi Birokrasi, Ganjar Siap Kejar Target Predikat AA

Pemprov Jateng Raih Predikat A Reformasi Birokrasi, Ganjar Siap Kejar Target Predikat AA

Regional
DPMPTSP Riau Raih Peringkat Pertama UPP Kategori Prima 2022, Gubri: Jadi Motivasi Bekerja Keras

DPMPTSP Riau Raih Peringkat Pertama UPP Kategori Prima 2022, Gubri: Jadi Motivasi Bekerja Keras

Regional
Bagaimana Akhir Kejahatan Sistemik Mas Bechi?

Bagaimana Akhir Kejahatan Sistemik Mas Bechi?

Regional
Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Medan, Wali Kota Bobby Luncurkan UHC JKMB

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Medan, Wali Kota Bobby Luncurkan UHC JKMB

Regional
Hadirkan Medan Street Art Festival Mural dan Graffiti, Walkot Bobby Dapat Apresiasi dari Penggiat Seni Mural

Hadirkan Medan Street Art Festival Mural dan Graffiti, Walkot Bobby Dapat Apresiasi dari Penggiat Seni Mural

Regional
Telur Busuk

Telur Busuk

Regional
Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Regional
Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Regional
Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Regional
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Regional
NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

Regional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.