NEWS
Salin Artikel

Kebun Binatang di Indonesia Menghadapi Krisis

Hal ini menjadi persoalan baru, karena pengelola lembaga konservasi kesulitan memenuhi biaya perawatan hingga pakan satwa.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Hotmauli Sianturi melaporkan permasalahan di Kebun Binatang Medan atau Medan Zoo kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Menurut Hotmauli, Menteri LHK sudah meminta data mengenai persoalan yang dihadapi semua lembaga konservasi.

"Jadi bukan hanya Medan Zoo, memang seluruhnya kita diminta. Karena memang umumnya lembaga konservasi kan tutup, tidak ada pengunjung. Seperti apa kondisi di masing-masing provinsi, tidak hanya Medan Zoo," kata Hotmauli saat dihubungi, Selasa (28/4/2020). 

Menurut Hotmauli, dalam situasi normal pun kondisi Medan Zoo sudah memprihatinkan.

Dia sudah pernah menegur dan mengancam akan menutup lembaga konservasi tersebut dengan alasan kesejahteraan satwa.

Menurut informasi, Medan Zoo tidak mendapat bantuan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Ini (Medan Zoo) satu yang akan kita laporkan juga. Yang jelas kalau di APBN ini kan pemotongan besar-besaran, agak berat saya untuk alokasikan anggaran APBN di DIPA kami," kata Hotmauli.

Menurut dia, hal yang bisa dilakukan adalah dengan menggalang sumbangan-sumbangan dari berbagai pihak.

Hotmauli mengatakan, di Sumatera banyak perusahaan yang bisa diminta sumbangan untuk mengatasi itu.

"Tapi harus digerakkan oleh pemerintah. Saya bisa mendukung, tapi ini kan milik Pemda. Jadi situasinya seperti itu. Makanya celaka sekali dia tidak ada APBD Pemkot," kata Hotmauli.


Bantuan masyarakat mulai berdatangan

Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kota Medan Putrama Al Khairy mengatakan, pihaknya sudah menerima bantuan langsung dari masyarakat yang peduli terhadap Medan Zoo.

Bantuan itu dikirim langsung menggunakan mobil pikap. 

Bantuan itu mulai dari ubi kayu, pisang, rumput, daging ayam hingga rumput.

"Yang memberikan bantuan ini ada yang dari dari masyarakat sekitar Medan Zoo, yang bersebelahan dengan areal pekuburan Covid-19 di Simalingkar dan ada juga Ibu Hesti dari Tanjung Morawa," kata Al Khairy, Rabu (29/4/2020).

Kebun binatang menghadapi krisis

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) Rahmat Shah mengatakan, satwa-satwa yang ada di dalam kebun binatang saat ini dalam masalah besar.

Menurut dia, pemerintah sudah seharusnya turun tangan untuk membantu. Misalnya dengan membebaskan pajak.

PKBSI memiliki anggota sebanyak 57 kebun binatang/taman hewan, dengan koleksi 4.912 spesies/jenis dan 98.933 ekor/individu.

"Kebun binatang saat ini dalam masalah besar, betul-betul krisis. Tidak hanya di Medan atau Indonesia, tapi di seluruh dunia," kata dia.


Menurut Rahmat, seluruh kebun binatang membutuhkan biaya Rp 60 miliar per bulan. Dari seluruh kebun binatang, ada 22.000 pekerja yang perlu mendapatkan upah.

Di sisi lain, kebun binatang sebagai lembaga konservasi harus menjalankan fungsi edukasi, konservasi, menjadi tempat rekreasi yang layak, sehat, mendidik dan terjangkau bagi berbagai kalangan.

"Dalam 1 tahun tamu kami itu lebih kurang 50 juta orang. Jadi betapa pentingnya itu," kata Rahmat.

Selain itu, lembaga konservasi juga juga berperan dalam penyelamatan satwa langka, pelepasliaran dan masih banyak kegiatan lainnya.

"Tutup pun dia, satwa harus makan, tetap harus dirawat. Keeper-nya harus membersihkan kandangnya dan tetap dihitung pekerja. Maka cost kita tidak turun, tapi income kita," kata Rahmat.

Menurut Rahmat, pendapatan kebun binatang berasal dari tiket, permainan yang ada di dalam, dan restoran.

Namun, saat kebun binatang ditutup, maka pendapatan akan berhenti.

Di sisi lain, perawatan dan lain-lain harus tetap berjalan.

"Saya mohon dukungannya. Satwa ini kan warisan anak cucu yang tak ternilai. Kebetulan Indonesia itu kan satwanya luar biasa," kata dia.

https://regional.kompas.com/read/2020/04/30/09323311/kebun-binatang-di-indonesia-menghadapi-krisis

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Regional
Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Regional
LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

Regional
Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Regional
BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

Regional
Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Regional
Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Regional
Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Regional
Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Regional
Per September 2022, Angka Kemiskinan di Jateng Turun 0,27 Persen

Per September 2022, Angka Kemiskinan di Jateng Turun 0,27 Persen

Regional
Mewaspadai Generasi Shortcut dan Nirmoral

Mewaspadai Generasi Shortcut dan Nirmoral

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.