Salin Artikel

Tekan Penyebaran DBD di Sikka, Bupati Lantik 100 Petugas Sampah

Sampah diduga menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka.

"Semalam kami baru lantik 100 tenaga kerja sukarela yang tugas mereka adalah membersihkan sampah-sampah yang ada di kota ini," kata Bupati Fransiskus Roberto Diogo di Maumere, Kabupaten Sikka seperti dilansir Antara, Kamis (12/3/2020).

Roberto telah melakukan berbagai cara menekan angka penderita DBD di Kabupaten Sikka. Salah satunya, dengan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Tapi, angka penderita DBD di Kabupaten Sikka tak kunjung turun. Kabupaten Sikka juga telah tiga kali memperpanjang status kejadian luar biasa (KLB) DBD.

Rekrutmen 100 tenaga kerja sukarela ini diharapkan efektif menurunkan angka penderita DBD.

Ia memastikan, tenaga kerja sukarela tak hanya dimiliki kecamatan Maumere sebagai ibu kota Kabupaten Sikka. 

Pemkab Sikka akan melantik tenaga kerja sukarela di kecamatan lainnya.

"Para tenaga kerja sukarela itu akan bekerja selama satu bulan penuh dan tetap akan dibayar dengan menggunakan APBD," tambah dia.

Tenaga kerja sukarela itu akan mendapatkan honor sebanyak Rp 700.000 per bulan. Pendapatan itu di luar uang makan yang diberikan Rp 75.000 per hari.


Setelah sebulan bekerja, Pemkab Sikka akan merekrut 50 tenaga kerja sukarela terbaik untuk dikontrak selama setahun.

Mereka akan bekerja selama tiga shift. Sehingga, aktivitas penanganan sampah bisa berjalan denagn baik.

Bupati Ikka juga meminta Dinas Lingkungan Hidup memperbaiki sejumlah truk sampah yang rusak.

"Sejumlah truk sampah itu, saat ini sudah berada di bengkel untuk diperbaiki. Kalau tidak salah tujuh unit," katanya.

Kasus penderita DBD di Kabupaten Sikka merupakan yang tertinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 1.234 masyarakat terjangkit DBD.

Jumlah korban jiwa karena DBD di Kabupaten Sikka juga mencapai 14 orang.

https://regional.kompas.com/read/2020/03/12/14262951/tekan-penyebaran-dbd-di-sikka-bupati-lantik-100-petugas-sampah

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke