Salin Artikel

Viral Bakso Tikus, Tak Terbukti dan Berakhir Damai

Satu porsi bakso dibungkus dan dibawa pulang oleh Ajeng.

Sabtu malam ia merekam sebuah video dan menjukkan potongan kecil di dalam bakso yang ia sebut sebagai kaki tikus. Video tersebut kemudian viral di media sosial hingga polisi pun turun tangan.

Ajeng pengunggah video dan Sugeng Riadi penjual bakso diperiksa oleh polisi.

Selain itu, Satreskrim Polres Madiun juga melakukan uji laboratorium dengan mengambil sampel bakso yang dijual oleh Sugeng termasuk sisa bakso yang dimakan Ajeng.

Polisi juga mengambil sampel bakso di tempat Sugeng membeli bakso di wilayah Nganjuk.

Dari hasil uji lab, dipastikan tidak ada kandungan daging tikus di dalam bakso yang dijual oleh Sugeng.

Selain itu, bakso yang dijual pedagang bakso di Pilangkenceng tidak mengandung borak dan formalin.

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono menjelaskan potongan diduga kaki tikus yang terdapat pada sampel bakso tidak berkuku. Sedangkan pada struktur kaki tikus yang asli terdapat kuku.

Selain itu pada potongan yang diduga kaki tikus itu tidak terdapat telapak kaki dan tulang. Padahal, struktur kaki tikus yang asli memiliki telapak kaki dan tulang.

"Terdapat tiga perbedaan yang menyimpulkan bahwa potongan itu bukan kaki tikus," kata Kapolres.

Ruruh mengatakan potongan yang disebut Ajeng sebagai kaki tikus sebenarnya adalah bagian organ dalam mulut sapi.

Namun saat ini pendapatannya turun dratis. Dalam sehari ia hanya mengantong uang paling banyak Rp 70.000.

Meski demikian Sugeng mengaku berterimakasih kepada polisi yang berhasil membuktikan bahwa bakso yang ia jual bukan berbahan daging tikus.

Sugeng juga telah memaafkan Ajeng dan berharap menjadi pelajarn berharga bagi semua orang.

"Saya maafkan semua kejadian itu, lain waktu berhati-hati membuat status di media sosial," kata dia.

Ia pun berharap setelah terbukti tidak menggunakan daging tikus, omsetnya bisa kembali normal dan kekhawatiran masyarakat untuk membeli bakso di kedai miliknya hilang.

Sementara itu Ajeng meminta maaf karena telah mengunggah video tersebut dan tak bermaksud memviralkan video tersebut.

Ia berkilah unggahan vidoe tersebut untuk mengingatkan teman-temannya agar tidak sembarangan makan bakso.

Pada video yang diunggah dalam status, Ajeng mengaku tidak menyebutkan adanya daging tikus dalam pentol bakso tersebut.

"Saya di sini selaku konsumen mengucapkan minta maaf, saya ucapkan minta maaf kepada warga Madiun, khususnya warga Pilangkenceng. Karena waktu itu saya dan teman saya mengira itu kaki tikus," katanya.

Kalimat daging tikus itu muncul dalam komentar di media sosial.

Kasus tersebut berakhir damai. Sugeng sang penjual bakso memaafkan Ajeng dan mereka saling bersalama di hadapan polisi.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Muhlis Al Alawi | Editor: Robertus Belarminus), Antara

https://regional.kompas.com/read/2020/02/02/15250031/viral-bakso-tikus-tak-terbukti-dan-berakhir-damai

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke