NEWS
Salin Artikel

Struktur Bata Kuno Ditemukan di Jombang, Diperkirakan Peninggalan Majapahit

JOMBANG, KOMPAS.com - Struktur bata kuno peninggalan era Kerajaan Majapahit, kembali ditemukan di Dusun Kedaton, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Benda purbakala itu ditemukan di lahan bekas penambangan tanah. Lokasi penemuan berada di antara lahan milik Haji Sabar dan Ali, warga setempat.

Struktur bata kuno tersebut berada cukup dekat dengan lokasi bata kuno yang ditemukan sebelumnya di Dusun Kedaton.

Beberapa waktu lalu, di sebelah utara berjarak kurang lebih 100 meter dari struktur yang baru ditemukan, terdapat bata kuno peninggalan Majapahit yang ditemukan warga saat menggali tanah.

Hasil observasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur kala itu, struktur bata kuno yang membentuk dinding tersebut memiliki ciri identik dengan bangunan masa Majapahit.

Kedua titik lokasi penemuan struktur bata kuno tersebut berada di wilayah Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Adapun penampakan struktur, identik dengan bangunan tembok atau dinding dengan orientasi arah utara-selatan yang tersusun dari 25 lapis bata.

Arkeolog BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, struktur bata kuno di Dusun Kedaton kemungkinan besar saling menyambung dengan struktur bata kuno di Dusun Sugihwaras yang ditemukan pada tahun 2016.

Hal itu diperkuat dengan letak kedua situs. Dari struktur bata kuno yang sudah nampak, jarak antar struktur di dua dusun tersebut sekitar 8 meter.

Struktur bata kuno di Dusun Kedaton, berada di wilayah perbatasan dengan Dusun Sugihwaras. 

Adapun secara administratif, Dusun Sugihwaras berada di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

"Perkiraan kami kedua struktur ini saling tersambung, ini di wilayah perbatasan antara Dusun Kedaton dengan Sugihwaras," kata Wicaksono, saat meninjau lokasi penemuan struktur bata kuno di Kedaton, Selasa (26/11/2019).

Pemukiman era Majapahit

Struktur bata kuno di Kedaton Jombang, ditemukan pada kedalaman hampir 2 meter dari permukaan tanah.

Adapun bata kuno yang ditemukan, memiliki panjang 32 sentimeter, lebar antara 18-21 sentimeter, serta memiliki ketebalan 5 sentimeter.

Di lokasi penemuan situs, selain terdapat tumpukan bata yang terstruktur sebagai dinding atau pagar, ditemukan pula serpihan bata, pecahan genting serta kendi air.

Menurut Wicaksono, berdasarkan dimensi ukuran bata dan beberapa serpihan benda purbakala yang ditemukan, diperkirakan lokasi itu dulunya merupakan pemukiman era Majapahit.

"Untuk kepastian ini bangunan apa, kami belum bisa memastikannya. Tetapi, kemungkinan ini dulu permukiman pada abad ke 14 masehi," ujar Wicaksono.

Dia menambahkan, pihaknya akan membuat laporan hasil observasi untuk menentukan langkah ekskavasi.

https://regional.kompas.com/read/2019/11/26/16353301/struktur-bata-kuno-ditemukan-di-jombang-diperkirakan-peninggalan-majapahit

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.