NEWS
Salin Artikel

Tiap Rabu, Siswa di Sekolah Ini Pakai Baju Batik Buatan Sendiri

Setiap siswa mengenakan baju batik yang berbeda, hal ini karena setiap siswa diberikan kebebasan berkreasi mendesain batiknya sendiri.

Sebagian besar siswa mengenakan seragam batik berwarna dasar biru, ada beberapa seragam yang dasar warnanya hijau, merah, dan juga ungu dengan bermacam-macam corak seperti bunga dan motif daun. Seragam ini digunakan khusus hari Rabu.

Guru Seni Budaya SMP 3 Playen Agus Supriyono menyampaikan, para siswa tersebut diwajibkan untuk membuat sendiri baju batik sebagai seragam. Imbauan diberikan ketika para siswa menjadi siswa didik baru di sekolah tersebut.

Mereka dibebaskan untuk mendesain corak dan mengkombinasikan warna sesuai dengan karakter mereka. Motif bunga banyak dibuat oleh siswa perempuan dengan warna merah muda sedangkan laki-laki beberapa membatik bunga tetapi dengan warna yang lebih gelap seperti hijau tua.

Awal ide pembuatan batik yakni saat DIY dinobatkan sebagai satu diantara kota batik di Indonesia. Untuk itu pihaknya merespon hal tersebut untuk membuat aturan seragam batik dengan hasil karya siswa sendiri tahun 2014.

Setiap siswa membutuhkan waktu 3 sampai 4 bulan untuk menyelesaikan satu baju seragam siswa.

"Teknisnya, kita bentuk kelompok, setiap kelompok saat jam pelajaran saya akan membuat batik dari tahap awal setiap jamnya kemudian dilanjutkan pada jam pelajaran (seni budaya) selanjutnya," kata Agus Supriyono saat ditemui di SMP 3 Playen Rabu (10/4/2019).

"Urutan sesuai kurikulum siswa diajarkan mulai dari gambar bentuk dan gambar hias. Sampai pada tahapan hias tersebut siswa diajarkan menghias di berbaga media diantaranya adalah kain. Anak-anak mengenakan batik Dengan karyanya sendiri. Saat menggambar pada media kertas karyanya bagus tetapi saat menggambar pada kian mereka kesulitan," ucapnya.

Untuk membuat satu seragam, membutuhkan biaya Rp 110.000 akan tetapi pihak sekolah memberikan subsidi melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar 20 persen.

Siswa tidak membeli bahan di sekolah. Sekolah memberikan catatan selebaran tersebut berisi bahan-bahan apa saja yang digunakan dalam membat batik mulai dari canting, malam, pewarna, kompor.

Mereka nanti iuran ke bendahara kelas, dan mereka membeli sendiri bahan-bahannya. Untuk waktu membatik fleksibel jika ada anak saat jam istirahat atau saat libur ingin membatik.

Siswa membatik dalam baju polos dengan pendampingan dari guru. Motif serta warna, para siswa diarahkan untuk berkiblat kepada logo sekolah dimana mengandung unsur warna biru.

"Pengalaman awal-awal pakai kain tetapi memakan waktu lama dan ketika memakai kain lalu dijahit banyak motif yang mereka inginkan pada baju terpotong. Untuk warna kami tidak menggunakan naptol tetapi menggunakan remasol karena lebih simpel penggunaannya," ucapnya.

Salah seorang siswi, Iftitah Ananda mengatakan, jika dalam pembuatan batik hal tersulit adalah mendesain gambar awal.

Namun begitu dirinya hanya memerlukan waktu pembuatan selama 3 minggu. Satu minggu gambar, Seminggu mencanting, dan minggu berikutnya mewarnai.

"Kalau motifnya saya memilih bunga yang mudah," kata dia. 

https://regional.kompas.com/read/2019/04/11/08595101/tiap-rabu-siswa-di-sekolah-ini-pakai-baju-batik-buatan-sendiri

Rekomendasi untuk anda
NASIONAL
Isi UU IKN
Isi UU IKN
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.