Salin Artikel

Gula Organik Banyumas Diekspor ke Rusia dan Brazil

Ali mengatakan, gula organik yang diekspor sebanyak 21 ton dengan nilai sekitar Rp 667 juta. Dalam kesempatan itu, diekspor juga kayu olahan dengan nilai Rp 7,9 miliar dengan tujuan China.

"Pelepasan ekspor ini sengaja kita acarakan. Maksudnya agar masyarakat luas tahu bahwa hal ini bisa kita lakukan. Produk pertanian kita banyak, perlu kita dorong untuk meningkat sehingga petani semakin sejahtera," kata Ali seperti dikutip melalui siaran pers, Minggu (24/3/2019).

Ali mendorong pertumbuhan ekspor non-migas di setiap daerah, khususnya produk pertanian. Pihaknya memberikan pelatihan bagi mereka yang ingin menjadi eksportir lewat program Agro Gemilang.

Barantan mendorong peningkatan ekspor melalui program Ayo Galakkan Ekspor Produk Pertanian oleh Generasi Milenial Bangsa (Agro Gemilang). Fokusnya ekspor komoditas pertanian berbasis wilayah dari kalangan muda.

"Sebetulnya, potensi ekspor Kabupaten Banyumas sangat banyak. Produk pertanian ada melati, nilam, ketapang, jeruk dan masih banyak lagi yang bisa kita ekspor jika ditekuni dengan baik," ujar Bupati Banyumas Achmad Husein.

https://regional.kompas.com/read/2019/03/25/13570331/gula-organik-banyumas-diekspor-ke-rusia-dan-brazil

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke