Salin Artikel

Kisah Wisely Ikut Ujian SIM C, Sepeda Motor Pinjaman hingga Kue untuk Aiptu Jailani

KOMPAS.com — Hasil tidak pernah mengkhianati proses. Wisely akhirnya lulus ujian SIM C setelah tekun berlatih.

Setiap sore selama sepekan, Wisely datang ke kantor Satlantas Polres Gresik untuk belajar ujian SIM C dengan bimbingan Aiptu Jailani.

Pantas kiranya Wisely mengungkapkan terima kasihnya kepada Jailani, sang mentor yang penuh sabar, ketika dirinya dinyatakan lulus ujian SIM C.

Wisely pun menulis ungkapan hatinya di secarik kertas. Layaknya remaja zaman "now", Wisely mengunggah foto suratnya tersebut ke media sosial.

Berikut kisah Wisely mendapatkan SIM C tanpa suap menyuap atau jalan pintas.

Salah satu tujuan Wisely Michello Putra Sut (18) mengikuti ujian SIM C sesuai prosedur adalah ingin menjadi pengendara yang layak dan telah patuh aturan.

Tak ada suap ke petugas dan memang benar lulus ujian yang telah ditentukan. Remaja warga Jalan Balikpapan I Nomor 51 GKB ( Gresik Kota Baru) itu pun kegirangan usai dinyatakan lulus SIM C.

Ungkapan tersebut tersirat dalam penggalan surat Wisely.

"Terima kasih pak telah memberikan kami semua ujian-ujian/tes SIM. Sehingga kami bisa dikatakan layak sebagai pengendara yang tertib dan patuh terhadap lalu lintas. Kami semua sangat bersyukur apabila pihak kepolisian memberikan ujian-ujian seperti ini, saya rasa tujuannya adalah agar dapat meminimalisir kecelakaan, dan hal tersebut sama saja anda menyelamatkan nyawa kami semua..."

Wisely mengaku tidak menyangka suratnya kepada jajaran Satlantas Polres Gresik menjadi viral.

Dirinya mengaku spontan menulis surat begitu dirinya dinyatakan lulus dan layak mendapat SIM C.

Ide pemberian ucapan terima kasih sebenarnya sudah ada dalam benak pikirannya jauh hari sebelum Wisely dinyatakan lulus tes.

“Saya sempat kaget, begitu sekolah diberitahu sama teman-teman jika surat yang saya tulis viral di Facebook (media sosial). Padahal, saya hanya bermaksud memberi ucapan terima kasih kepada polisi, terutama Pak Jailani, yang telah dengan sabar membimbing dan membantu saya dalam berlatih hingga berhasil menjalani tes yang ditentukan,” kata salah satu siswa SMA Muhammadiyah 1 Gresik itu kepada Kompas.com, Jumat (16/11/2018).

“Seingat saya, dia (Wisely) itu melakukan tes ujian SIM C tepat saat Hari Pahlawan kemarin, 10 November 2018, bersama dengan beberapa orang lain,” kenang Aiptu Jailani, Baur SIM Satlantas Polres Gresik kepada Kompas.com, Kamis (15/11/2018).

Sebelum tes, setiap sore Wisely datang ke kantor Satlantas. Wisely berlatih berkendara melewati rintangan dan ujian di halaman kantor Satlantas Gresik. Saat itu, Wisely dan beberapa warga lainnya dibimbing oleh Aiptu Jailani.

“Setiap sore kami memang ada sesi berlatih bagi pemohon yang berkenan secara gratis, dengan langsung di bawah arahan Aiptu Jailani, dari mulai pukul 15.30 WIB hingga 17.00 WIB. Ini langkah dari Satlantas supaya mereka yang ingin lulus ya harus berusaha, jangan pilih gampangnya,” ucap Aiptu Jailani.

Setelah seminggu, para pemohon menjalani tes yang sesungguhnya.

Sebelum mengikuti program latihan gratis di Satlantas Gresik, Wisely tiga kali gagal mengikuti ujian SIM C.

Niat yang kuat pun membuat Wisely memberanikan diri meminjam sepeda motor milik ibundanya.

“Sebab, saya sendiri kan enggak punya motor sebelumnya, sebab motor biasanya dipakai ibu kerja. Tapi begitu dikasih tahu sama teman jika ada coaching clinic itu, satu minggu saya bilang kepada ibu untuk pinjam motornya, untuk coaching clinic setiap sore bersama Pak Jailani. Alhamdulillah kemarin bisa dan lulus,” kata anak dari pasangan Wenas Sutiono dan Winda Anugrahwati ini.

Aiptu Jailani tidak menduga Wisely, salah satu dari pemohon SIM yang dilatihnya, akan memberikan kejutan berupa surat ucapan terima kasih. Selain surat, Jailani pun mendapat kue dari Wisely.

“Jadi begitu dinyatakan lulus dan layak mendapatkan SIM, dia kemudian pulang dan balik lagi ke sini (kantor Satlantas) untuk memberikan surat sama kue black forest. Saya sempat bilang, ngapain pakai bawa roti segala, dia bilang nggak apa-apa Pak saya ikhlas kok sebagai ucapan terima kasih,” kata Jailani.

Polisi kelahiran Jombang, 10 Agustus 1969, ini lantas menceritakan, proses yang dijalani Wisely untuk mendapatkan SIM C memang tidak mudah.

Sebab, setiap hari sebelum dinyatakan layak dan lulus ujian, Wisely hampir sepekan rela menyisihkan waktunya untuk berlatih di halaman kantor Satlantas Polres Gresik.

Aiptu Jailani memang dikenal sabar dan tegas. Dirinya pun pernah menilang istrinya sendiri saat kedapatan melanggar aturan lalu lintas, tahun 2012 lalu.

Sumber: KOMPAS.com (Hamzah Arfah)

https://regional.kompas.com/read/2018/11/17/15384491/kisah-wisely-ikut-ujian-sim-c-sepeda-motor-pinjaman-hingga-kue-untuk-aiptu

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke