Salin Artikel

Prayascita Gumi, Upacara Bersih Bumi Ribuan Umat Hindu di Lombok

Upacara ini dilakukan untuk mengharapkan ketenangan dan berkah dari alam semesta atau buana agung. 

Pantauan Kompas.com, para peserta upacara memadati sepanjang jalan Cakranegara, Kota Mataram, Lombok. 

Mereka berdoa supaya dampak buruk bencana gempa bumi menghilang dan kembali tercipta keseimbangan antara manusia dan alam semesta di Lombok. 

“Upacara ini kami adakan untuk mengembalikan keseimbangan kehidupan umat manusia dengan alam semesta, jadi upacara ini sangat penting bagi kita semua yang percaya pada kebesaran Sang Hyang Widi Wasa,” kata Ida Pedande Karta, tokoh agama Hindu Lombok, dihadapan umat Hindu yang hadir.

Dia juga mengingatkan bahwa bencana yang dialmi adalah kehendak Tuhan, dan manusia harus belajar membersihakan diri dari segala hal buruk dalam diri mereka selama ini.

Dalam kekhusyukan mereka yang memadati simpang empat Cakranegara, mereka khusyu menyatukan hati mencurahkan seluruh doa pada Sang Hayng Widi Wasa atau Tuhan penguasa alam semesta.

Ketua panitia upacara Prayascita Gumi, Anak Agung Ketut Agung Oka Karta Wirya mengatakan, bahwa upacara bersih bumi yang dilakukan oleh seluruh umat Hindu di pulau Lombok, sebagai bentuk kecintaan umat Hindu pada Tuhan penguasa alam semesta.

Tuhan penguasa semesta telah memberikan ujian dan harus dilalui dengan lapang dada. Diharapkan bencana akan segera berlalu sehingga ketenangan kembali muncul seperti sedia kala. 

“Inilah yang kita harapkan dari upacara ini, semua umat manusia bersih dan bisa menjalankan kehidupan mereka menjadi lebih baik, bencana alam yang mereka hadapi, akan segera berlalu dan kehidupan akan terus berlanjut,” kata Wirya.

Dalam rangkaian upacara Prayascita Gumi, umat Hindu juga mengumpulkan sumbangan untuk korban gempa di sejumlah wilayah di pulau Lombok.

Mereka berhasil mengumpulkan Rp 68 juta rupiah, untuk diserahkan pada korban gempa yang kehilangan rumah mereka dan hidup dalam tenda-tenda pengungsian.

Berburu caru, air sudi dan benang hitam

“Saya memburu caru ini untuk medapatkan keselamatan dan ketenangan dalam hidup saya dan keluarga, saya akan bawa pulang dan syukurlah saya bisa mendapatkannya usai upacara ini,” kata I Gusti Mangku Nyoman Oka, warga Suranadi, Lombok Barat, pada Kompas.com.

Untuk mendapatkan caru ini, mereka harus berjuang dan berebut, sebagian saling berbagi. Namun semua peserta upacara baik yang kebagian caru ataupun yang tidak kebagian tetap membawa air suci demi ketenangan hidup mereka dan keluarga.

“Saya tidak mendapatkan caru, tapi saya dapat benang hitam dan air suci. Benang hitam ini akan saya ikat di tangan untuk pelindung saya dan keluarga. Air suci untuk menhaga kami agar terhindar dari hal hal buruk,” katanya Dewa Suparta, salah satu warga Kota Mataram.


https://regional.kompas.com/read/2018/09/08/06495901/prayascita-gumi-upacara-bersih-bumi-ribuan-umat-hindu-di-lombok

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke