NEWS
Salin Artikel

Warga Saksikan Lontaran Pijar Gunung Agung dari Pantai Ampenan

"Kelihatan jelas semburannya, warnanya merah api, besar, jelas dari sini, sejak sore memang sudah merah-merah dari pantai. Nah setelah Isya baru dia nyembur. Ini dah yang paling besar dari hari-hari lain," ujar Salpiah, warga pesisir Ampenan.

Salpiah dan puluhan warga yang sedang menikmati suasana malam di pesisir Ampenan mengaku melihat langsung letusan dan lontaran pijar Gunung Agung dari pantai.

Karena memang, Gunung Agung menghadap ke arah Pantai Ampenan.

Itu pula yang membuat sebagian warga sengaja datang ke pantai untuk melihat letusan dari kejauhan, setelah melihatnya di media sosial. 

Bahkan banyak warga yang menunggu hingga larut malam karena penasaran ingin menyaksikan langsung letusan Gunung Agung.

Kawasan Pantai Ampenan dipenuhi para pedagang makanan, kuliner khas Lombok dan menjadi tempat tongkrongan alternatif di Kota Mataram.

Sejak letusan Gunung Agung, kawasan ini makin ramai dikunjungi warga.

"Banyak yang sengaja datang, mau lihat itu dah, letusan Agung, kadang sampai larut malam, mereka nunggu. Seperti tadi semua lihat letusan dari sini. Saya juga lihat tapi sudah terlalu sering lihat. Cuma yang tadi itu memamg lebih besar letusannya dari biasanya," tuturnya.

Bedjo, pedagang bakso di Pantai Ampenan mengaku, letusan kali ini lebih besar dari biasanya. Itu terlihat jelas dari Pantai Ampenan.

"Ada lontaran yang tinggi tadi itu merah api warnanya, seperti nyembur begitu," kata Bedjo.

Pengunjung pantai, sambung Bedjo, banyak yang mengeluarkan ponsel untuk memotret gunung yang meletus. Namun letusan itu tidak tertangkap kamera ponsel.

"Mata saja yang bisa nangkapnya. Jadi semua melihat ke arah Gunung Agung," bebernya.

Menurut Sem Wilar, Kepala Meteorologi Bandara Internasional Lombok mengaku mendapatkan informasi terkait Gunung Agung. 

Berdasarkan informasi dari Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejak Senin pagi Gunung Agung mengalami beberapa kali erupsi kecil.

Tinggi abu vulkanik sekitar 1.000 meter hingga 2.000 meter. Pada Senin malam, terdengar suara ledakan keras disertai lontaran batu pijar.

Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, telah terjadi erupsi Gunung Agung, Bali, pukul 21:04 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 meter di atas puncak (± 5.142 meter di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.

"Kami mendapatkan informasi itu dan dampaknya belum mencapai Pulau Lombok terutama di areal Bandara Lombok, sejauh ini aman," ungkapnya.

Humas Bandara Internasional Lombok, Putri Muslimah mengatakan, situasi di Bandara Lombok aman, tak ada penutupan karena dampak letusan Gunung Agung.

"Untuk sementara ini Bandara Lombok aman," imbuhnya. 

https://regional.kompas.com/read/2018/07/03/06283051/warga-saksikan-lontaran-pijar-gunung-agung-dari-pantai-ampenan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Regional
Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

Regional
Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.