Salin Artikel

Harga BBM di Seko Rp 22.000 per Liter, Pertamina Angkat Bicara

Manager Comm & CSR Pertamina MOR VII Sulawesi, Roby Hervindo mengatakan, mahalnya harga BBM di perbatasan wilayah di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan karena akses jalan yang belum bisa dilalui mobil.

Termasuk belum adanya SPBU di wilayah tersebut, karena daerah dataran tinggi gunung dengan medan jalan yang berat (jalan sempit dan kondisi tanah basah).

"Mobil masih belum bisa ke daerah tersebut, hanya motor yang bisa melewati daerah tersebut dengan estimasi lama perjalanan 3 sampai 4 hari. SPBU di Kecamatan Seko juga belum ada, sehingga masyarakat membeli di pedagang eceran," tuturnya.

Saat ini, pemenuhan kebutuhan BBM jenis premium dan pertalite dari SPBU di Kecamatan Beubunta ke wilayah tersebut menggunakan jerigen yang diangkut dengan kendaraan motor. Jarak dari Kecamatan Beubunta ke Kecamatan Seko berjarak tempuh 100 kilometer

"Rata-rata pengguna BBM untuk kendaraan motor, sedangkan kendaraan mobil belum ada di wilayah tersebut," tandasnya.

Selain ditempuh jalur motor, Kecamatan Seko sudah memiliki bandara kecil dengan penerbangan pesawat perintis dari daerah Masamba, Luwu Utara.

"Penduduk daerah Kecamatan Seko umumnya dari wilayah suku Toraja yang berimigrasi. Adapun Kecamatan Seko ini berbatasan dengan Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat-Sulawesi Tengah. Kecamatan Seko termasuk daerah terpencil," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium ternyata mencapai Rp 22.000 perliternya. Harga ini tiga kali lipat dari harga normal Rp 6.400 per liter. 

https://regional.kompas.com/read/2018/04/03/21101171/harga-bbm-di-seko-rp-22000-per-liter-pertamina-angkat-bicara

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke