Salin Artikel

Perusak Patung Vihara Singkawang Pernah Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

"Pelaku DH pernah dirawat selama enam bulan di RSJ sekitar empat tahun yang lalu," ujar Kepala Polres Singkawang AKBP Sandi Alfadien Mustofa kepada Kompas.com, Sabtu (9/9/2017).

Sandi menyampaikan, saat petugas gabungan dari Polres Singkawang dan TNI mengamankan pelaku di rumahnya, ditemukan surat keterangan bahwa pelaku pernah dirawat di RSJ.

Menurut dia, pelaku juga mengakui dalam pengaruh minuman keras saat merusak patung tersebut. Selain itu, pelaku mengakui bahwa kondisi kejiwaannya ketika itu labil.

Sandi mengatakan, pelaku akan dicek kembali kejiwaannya setelah ditemukannya surat keterangan pernah dirawat di rumah sakit tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa kasus ini masalah pidana biasa, atau tidak berkaitan dengan masalah suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Polisi akan tetap mendalami kasus ini secara profesional. Masyarakat diimbau untuk tidak gampang percaya terhadap isu yang beredar apalagi bersifat provokatif tetang kasus ini," kata Sandi.

"Tunjukan bahwa Singkawang kota yang aman kondusif bagi kita semua," ujar dia. 

https://regional.kompas.com/read/2017/09/09/14514161/perusak-patung-vihara-singkawang-pernah-dirawat-di-rumah-sakit-jiwa

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke