Salin Artikel

Kronologi Bentrokan Ojek "Online"-Taksi di Pekanbaru

Susanto menjelaskan, kejadian diduga berawal sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, sopir taksi konvensional Puskopau dan Kopsi sengaja memesan sebagai penumpang untuk memancing Go-Jek dan Go-Car.

Pemesanan dilakukan untuk memastikan apakah mereka masih beroperasi setelah adanya spanduk di Kantor Dinas Perhubungan setempat yang menyatakan transportasi berbasis aplikasi dilarang di Pekanbaru.

"Saat itu Go-Car datang ke Mall SKA menjemput penumpang sesuai pesanan penumpang. Seketika itu juga sopir-sopir taksi lebih kurang tujuh mobil yang sudah berkumpul marah dan langsung memukuli dan menggembosi ban mobil Go-Car dan memberhentikan Go-Jek yang melintas," ujar Susanto, Senin (21/8/2017).

Kemudian pada pukul 17.00 WIB, para pengendara Go-Car dan Go-Jek berencana melapor ke Kepolisian Sektor Tampan. Akan tetapi terjadi lagi keributan dan pengeroyokan oleh sopir taksi konvensional terhadap pengendara Go-Jek Arief Setiawan (29).

Akibat kejadian itulah, terjadi aksi ramai-ramai pengendara Go-Jek yang jumlahnya lebih dari 100 orang mendatangi lokasi kejadian. Mereka mengamuk dengan menghancurkan dan mengejar sejumlah mobil taksi konvensional.

Mereka memukul taksi dengan helm dan alat lainnya hingga ada mobil taksi yang kacanya pecah. Aksi tersebut membuat suasana ricuh di persimpangan tersebut karena juga disaksikan oleh masyarakat ramai.

https://regional.kompas.com/read/2017/08/21/12273351/kronologi-bentrokan-ojek-online-taksi-di-pekanbaru

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke