Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pria di Banten Habisi Adik Ipar gara-gara Tolak Berhubungan Badan

Kompas.com - 14/12/2023, 15:15 WIB
Rasyid Ridho,
Reni Susanti

Tim Redaksi

SERANG, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial Na (34) warga Wanakarta, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten ditangkap polisi.

Pria yang berprofesi sebagai petugas kebersihan itu ditangkap karena membunuh adik iparnya inisial R (21) pada Selasa (12/12/2023).

Na tega membunuh R karena korban menolak diajak berhubungan badan.

Baca juga: Instruktur Senam di Lombok Utara Cabuli Adik Ipar, Terungkap Usai Pesan WA Dibaca Guru Korban

"Pelaku mengajak korban R untuk bersetubuh, tapi korban menolak kemudian pelaku mendorong korban hingga terjatuh di tempat tidur," kata Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Syamsul Bahri melalui pers rilisnya, Kamis (14/12/2023).

Syamsul menjelaskan, peristiwa pembunuhan terjadi pada Selasa (12/12/2023) sekitar pukul 08.30 WIB di rumah korban.

Saat itu, pelaku datang ke rumah korban dan bertemu R. Lalu pelaku minjam uang dengan dalih untuk membeli bensin.

Baca juga: Mertua di Kaltara Perkosa Menantu, Mengaku Tak Dapat Jatah Biologis dari Istri

Namun, R tak memberikan uang pinjaman lantaran sedang tak punya uang. 

"Korban mengatakan tidak punya lalu korban masuk ke dalam kamar dan diikuti pelaku Na," ujar Syamsul.

Di dalam kamar, pelaku mengajak R untuk berhubungan badan. Ajakan itu ditolak, sedangkan pelaku tetap memaksa hingga korban melawan dengan cara memberontak.

Agar tak melawan, Na menganiaya korban hingga tak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia di atas kasur.

"Pelaku melakukan aksi penyekikan sambil mencium korban, karena posisi korban masih hidup pelaku memukul perut korban sebanyak dua kali," kata dia.

Mengetahui korban tak sadarkan diri, pelaku kabur dengan mengambil uang Rp 60.000 milik korban yang ada di dalam toples.

Pelaku kemudian kembali ke rumah setelah polisi menemukan fakta bahwa yang terakhir bersama korban adalah Na.

"Setelah dimintai keterangan, pelaku mengakui perbuatannya," ucap Syamsul.

Akibat perbuatannya, pelaku kini ditahan dan dijerat Pasal 338 KUHP dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Abu Vulkanik Gunung Ruang Selimuti Bandara Sam Ratulangi Manado

Abu Vulkanik Gunung Ruang Selimuti Bandara Sam Ratulangi Manado

Regional
3 Hari Dicari, Penambang yang Tertimbun Galian Batubara Belum Ditemukan

3 Hari Dicari, Penambang yang Tertimbun Galian Batubara Belum Ditemukan

Regional
Cerita Penumpang Pesawat Terdampak Penutupan Bandara Sam Ratulangi, Terancam Tak Bisa Liburan ke Luar Negeri

Cerita Penumpang Pesawat Terdampak Penutupan Bandara Sam Ratulangi, Terancam Tak Bisa Liburan ke Luar Negeri

Regional
Gempa M 5,5 Terjadi di Halmahera Barat, Tak Berisiko Tsunami

Gempa M 5,5 Terjadi di Halmahera Barat, Tak Berisiko Tsunami

Regional
Dimas Tewas Dianiaya Sesama Tahanan di Pekanbaru, 5 Orang Jadi Tersangka

Dimas Tewas Dianiaya Sesama Tahanan di Pekanbaru, 5 Orang Jadi Tersangka

Regional
Mantan Wakil Gubernur Maluku Daftar Cagub di PDI-P

Mantan Wakil Gubernur Maluku Daftar Cagub di PDI-P

Regional
Pekanbaru Siap Gelar Rakerwil I Apeksi 2024, Pj Walkot Muflihun: Persiapan Sudah Tuntas

Pekanbaru Siap Gelar Rakerwil I Apeksi 2024, Pj Walkot Muflihun: Persiapan Sudah Tuntas

Regional
Demo di Banjarnegara Ricuh, Fasum Rusak, 2 Polisi Luka, Ini Pemicunya

Demo di Banjarnegara Ricuh, Fasum Rusak, 2 Polisi Luka, Ini Pemicunya

Regional
Angka Stunting di Lamongan Turun Drastis, Bupati Yuhronur Efendi Paparkan Caranya

Angka Stunting di Lamongan Turun Drastis, Bupati Yuhronur Efendi Paparkan Caranya

Regional
Kakek di Serang Banten Lecehkan Remaja Lalu Diunggah ke Medsos

Kakek di Serang Banten Lecehkan Remaja Lalu Diunggah ke Medsos

Regional
Kunker ke NTB, Presiden Jokowi Akan Resmikan Jalan Inpres dan Bendungan Tiu Suntuk

Kunker ke NTB, Presiden Jokowi Akan Resmikan Jalan Inpres dan Bendungan Tiu Suntuk

Regional
Panen Padi Triwulan I-2024 di Lamongan Berhasil, Rata-rata 7,34 Ton Per Hektar

Panen Padi Triwulan I-2024 di Lamongan Berhasil, Rata-rata 7,34 Ton Per Hektar

Regional
Gelar Halal Bihalal Bersama Jajarannya, Mas Dhito Sampaikan Ini ke Pegawai Pemkab Kediri

Gelar Halal Bihalal Bersama Jajarannya, Mas Dhito Sampaikan Ini ke Pegawai Pemkab Kediri

Regional
Anggota Keluarga Jayabaya Kembali Daftar Bacabup Lebak lewat PDI-P dan Demokrat

Anggota Keluarga Jayabaya Kembali Daftar Bacabup Lebak lewat PDI-P dan Demokrat

Regional
Pedagang Bakso di Semarang Lecehkan Remaja SMP hingga Empat Kali

Pedagang Bakso di Semarang Lecehkan Remaja SMP hingga Empat Kali

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com