Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/03/2020, 15:16 WIB
Kontributor Magelang, Ika Fitriana,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

MAGELANG, KOMPAS.com - Balai Konservasi Borobudur (BKB) untuk sementara melarang wisatawan melebihi zona 1 Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.

Kepala Seksi Konservasi BKB Yudi Suhartono menyatakan, pembatasan kunjungan ini demi keselamatan pengunjung Candi Borobudur.

Baca juga: Cegah Corona, Wisatawan Candi Borobudur Wajib Cek Suhu Tubuh

Selain itu, melindungi tenaga pemeliharaan, tenaga pengamanan dan tenaga pendamping pemanfaatan Candi Borobudur dari virus corona.

"Maka kunjungan ke Candi Borobudur sementara dilakukan pembatasan hanya sampai zona 1 dalam (batas pagar masuk Candi)," kata Yudi, dalam keterangan pers di BKB, Minggu (16/3/2020).

Menurut Yudi, ketentuan ini berlaku selama 14 hari, mulai 16 - 29 Maret 2020.

Baca juga: Pasien Anak Positif Corona di Yogyakarta Sempat Jalan-jalan di Depok

Yudi mengatakan, pembatasan kunjungan diberlakukan untuk kunjungan umum/reguler; kunjungan sunrise; kunjungan sunset, serta kunjungan Borobudur Manohara Package (BMP).

Candi Borobudur sebagai salah satu ikon dan obyek tujuan wisata di Indonesia, selama ini mendatangkan pengunjung dari dalam negeri maupun mancanegara dalam jumlah ribuan per tahunnya.

Kondisi ini membuat Candi Borobudur rentan menjadi tempat penyebaran Covid-19.

Petugas BKB menyemprot disinfektan di handrell candi Borobudur untuk mencegah penyebaran virus corona, Minggu (16/3/2020).KOMPAS.COM/IKA FITRIANA Petugas BKB menyemprot disinfektan di handrell candi Borobudur untuk mencegah penyebaran virus corona, Minggu (16/3/2020).
Selama dilakukan pembatasan kunjungan, BKB akan melakukan penyemprotan desinfektan dan pembersihan Candi menyeluruh secara rutin.

Selama masa pembatasan kunjungan akan dilaksanakan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Kami sudah mulai menyemprot disinfektan di handrail (pegangan tangan) Candi Borobudur," ucap Yudi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com