Mendikbud Jamin Pendidikan Anak Guru Korban Penganiayaan di Sampang - Kompas.com

Mendikbud Jamin Pendidikan Anak Guru Korban Penganiayaan di Sampang

Kompas.com - 03/02/2018, 21:42 WIB
Sianit Shinta, isteri guru korban penganiayaan oleh muridnya, menceritakan sosok suaminya sebelum meninggal dunia.KOMPAS.com/Taufiqurrahman Sianit Shinta, isteri guru korban penganiayaan oleh muridnya, menceritakan sosok suaminya sebelum meninggal dunia.

SAMPANG, KOMPAS.com - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menjamin biaya pendidikan calon anak almarhum Ahmad Budi Cahyono, guru SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang, yang meninggal dunia karena dianiaya oleh muridnya HI.

Meskipun anak Budi masih berusia lima bulan di kandungan ibunya, namun pemerintah sudah menjamin semua biaya pendidikannya kelak ketika sudah lahir dan menempuh pendidikan.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad, ketika mengunjungi rumah duka, Sabtu (3/2/2018), mengatakan, Kemendikbud sudah menyiapkan mekanisme khusus bagi putra dan puteri Budi Cahyono untuk mendapatkan beasiswa pendidikan. Mekanisme tersebut akan diatur lebih lanjut.

"Pemerintah sudah menjamin penuh pendidikan anak-anak almarhum kelak ketika sudah sekolah. Ini kebijakan dari Pak Menteri," ujar Hamid Muhammad.

Baca juga : Bupati Sampang Minta Siswa Penganiaya Guru hingga Meninggal Tak Dipenjara

Awalnya, Kemendikbud berencana memberikan apresiasi besar kepada ayah kandung korban, Muhamad Satuman Ashari untuk menjadi PNS istimewa karena jasanya sebagai guru honorer di SMAN 1 Sampang selama 20 tahun. Namun karena terganjal aturan di Badan Kepegawaian Negara (BKN), penghargaan tersebut batal.

"Kami tidak bisa menabrak aturan pengangkatan PNS istimewa kepada ayah korban, sehingga biaya pendidikan anak-anak korban saja yang bisa diberikan kelak," imbuh Hamid Muhammad.

Hamid prihatin atas kejadian penganiayaan guru oleh murid. Apalagi peristiwa itu terjadi di Madura. Padahal, orang Madura dikenal sangat menjunjung tinggi akhlak kepada gurunya setelah kedua orangtuanya. Bahkan orang Madura memiliki filosofi yang kuat yang dikenal dengan sebutan, Bhuppa-Bhabbu', Ghuru Rato (Ayah-Ibu, Guru-Raja).

"Pergeseran budaya mungkin sudah banyak mempengaruhi kondisi sosial di Madura. Tapi mungkin ini hanya satu kasus saja yang tidak bisa digeneralisir," ungkapnya.

Kompas TV Polisi telah menetapkan H-1, siswa SMA 1 Torjun sebagai tersangka penganiayaan yang berujung meninggalnya guru honorer Ahmad Budi Cahyanto.


EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Megapolitan
Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

Regional
Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Regional
'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

"Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

Nasional
India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

Internasional
Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

Regional
Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Regional
Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Internasional
Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Regional
Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Megapolitan
Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Regional
Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Regional
Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Regional
Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Regional

Close Ads X