Inilah Kronologi Hilangnya 4 Anggota TNI di Pulau Terluar - Kompas.com

Inilah Kronologi Hilangnya 4 Anggota TNI di Pulau Terluar

Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Kompas.com - 12/08/2017, 17:50 WIB
Empat anggota TNI yang dilaporkan hilang, berhasil ditemukan oleh Tim SAR KupangDokumen Kapenrem Wira Sakti Kupang Empat anggota TNI yang dilaporkan hilang, berhasil ditemukan oleh Tim SAR Kupang

KUPANG, KOMPAS.com - Empat orang anggota TNI yang bertugas di pulau terluar yakni Praka Ronal, Pratu Agung, Pratu Sudarman, Pratu Ardi, yang dilaporkan hilang sejak Kamis (10/8/2017) kemarin, akhirnya berhasil ditemukan, Jumat (11/8/2017) malam.

Kapenrem 161/Wira Sakti Kupang, Mayor Armed Ida Bagus Diana Sukertia, mengatakan, kejadian itu bermula ketika pada Kamis (10/8/2017), sekitar pukul 06.00 Wita empat anggota Satuan Tugas Pengamaman Pulau Terluar ini, berangkat dari Pulau Batek menuju ke Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, dengan tujuan untuk belanja kebutuhaan logistik dapur.

Empat anggota ini, lanjut Sukertia, bergerak dari Pulau Batek dengan menggunakan perahu karet atau Landing Craf Rubber (LCR) dengan menggunakan mesin tempel.

Setelah tiba di Oepoli dan selesai belanja atau repatnya pukul 17.30 Wita, empat anggota tersebut kembali dari Oepoli ke Pulau Batek. Kondisi normal untuk menyeberang dari Oepoli ke Pulau Batek, membutuhkan waktu 30 menit hingga 45 menit.

Baca juga: Perjuangan 4 Anggota TNI Bertahan di Laut hingga Ditemukan Tim SAR

"Sampai pukul 20.00 Wita, mereka belum juga tiba di Pulau Batek, sehingga Komandan Peleton Satgas Pulau Terluar, Lettu Wahyu Sigit menanyakan atau menghubungi salah satu warga yang bernama Tino di Oepoli bahwa anggotanya belum sampai ke Pulau Batek," kata Sukertia kepada Kompas.com, Jumat (11/8/2017) malam.

Karena tidak diketahui keberadaan empat anggota TNI itu, lanjut Sukertia, pada Jumat (11/8/2018) pukul 07.00 Wita, hingga petang, Komandan Peleton beserta warga Oepoli melaksanakan pencarian di laut menggunakan LCR dan perahu nelayan.

"Penyebab utamanya yakni mesin motor LCR mati saat di tengah perjalanan menuju Pulau Batek, sehingga diperkirakan LCR terombang-ambing dan terbawa arus gelombang laut," jelasnya.

Pencarian pun, lanjut Sukertia, dilakukan oleh tim Basarnas dan juga oleh TNI AL dengan menggunakan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 milik Lantamal VII/Kupang.

Setelah dilakukan pencarian oleh Basarnas, pada pukul 19.49 Wita, empat anggota TNI itu berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan kemudian dinaikan ke dalam kapal.

Selanjutnya empat personel dibawa menuju pelabuhan navigasi yang berjarak tempuh tiga jam dari posisi mereka ditemukan.

"Empat prajurit kita sekarang dievakuasi ke Rumah Sakit Tentara Wira Sakti Kupang untuk dilaksanakan observasi. Secara umum kondisi mereka baik," katanya. 

PenulisKontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
EditorAmir Sodikin
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM