Dedi: Kemenangan Pilkada Kabupaten/Kota Lebih Penting, Gubernur Bonus - Kompas.com

Dedi: Kemenangan Pilkada Kabupaten/Kota Lebih Penting, Gubernur Bonus

Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana
Kompas.com - 21/04/2017, 16:09 WIB
Josephus Primus Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Soal memakai sarung, Dedi merasa nyaman sarungan saat shalat dan tidur. Kombinasi warna sarung kesukaannya adalah putih-hitam dengan motif wayang.

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua DPD Partai Golkar Dedi Mulyadi mengatakan, partainya lebih memprioritaskan pemenangan 16 pilkada kabupaten/kota pada tahun 2018 mendatang ketimbang Pilkada Gubernur Jawa Barat yang digelar serantak.

"Sampai hari ini santai saja. Fokus kita me-manage Pemilihan Bupati Wali Kota yang 16 (kabupaten/kota), itu paling pokok," ujar Dedi di Cipadung, Kota Bandung, Jumat (21/4/2016).

Baca juga: Senyum Dedi Mulyadi Saat Warga Deklarasikan Dukungan untuk Pilkada Jabar

Lebih lanjut Dedi menambahkan, masyarakat Jawa Barat lebih membutuhkan bupati/wali kota daripada gubernur.

"Kebutuhan Jawa Barat hari ini adalah munculnya pemimpin berkualitas di kabupaten kota karena mereka ujung tombak pelayanan. Gubernur itu sifatnya administratif saja," ucapnya.

Selain itu, Dedi mengatakan, kemenangan di pilkada kabupaten/kota menjadi lebih berharga untuk partainya. 

"Yang 16 (pilkada kabupaten kota) itu jauh lebih penting. Gubernur hanya bonus," tandasnya.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Konflik Pilkada DKI Jangan Dibawa ke Daerah

Kompas TV Dedi Mulyadi Direkomendasi Jadi Calon Gubernur Jabar

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Bandung, Putra Prima Perdana
EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya

Lihat Helmi Sang Pembunuh Dokter Lety, Keluarga Masih Histeris

Lihat Helmi Sang Pembunuh Dokter Lety, Keluarga Masih Histeris

Megapolitan
Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Mobil 'Bodong'

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Mobil "Bodong"

Megapolitan
Berburu Barang Murah di Matahari Taman Anggrek Sebelum Ditutup

Berburu Barang Murah di Matahari Taman Anggrek Sebelum Ditutup

Megapolitan
Panglima TNI Apresiasi Kemenangan Prajurit AD di Ajang AARM ke-27 Singapura

Panglima TNI Apresiasi Kemenangan Prajurit AD di Ajang AARM ke-27 Singapura

Nasional
Kendal Diguyur Hujan Semalaman, Halaman Kantor Bupati Terendam Banjir

Kendal Diguyur Hujan Semalaman, Halaman Kantor Bupati Terendam Banjir

Regional
Penjelasan Sekretariat DPRD DKI soal Anggaran Kunker untuk 7.752 Orang

Penjelasan Sekretariat DPRD DKI soal Anggaran Kunker untuk 7.752 Orang

Megapolitan
Setelah 70 Tahun, Kakek 102 Tahun dari Era Nazi Bertemu Keponakannya

Setelah 70 Tahun, Kakek 102 Tahun dari Era Nazi Bertemu Keponakannya

Internasional
Dandang Berusia 500 Tahun Dikeluarkan untuk Rangkaian Upacara Sekaten

Dandang Berusia 500 Tahun Dikeluarkan untuk Rangkaian Upacara Sekaten

Regional
Malaysia Bebas 'Jerebu', PM Najib Berterima Kasih ke Jokowi

Malaysia Bebas "Jerebu", PM Najib Berterima Kasih ke Jokowi

Nasional
Info Lowongan Kerja PT Transjakarta Dipastikan 'Hoax'

Info Lowongan Kerja PT Transjakarta Dipastikan "Hoax"

Megapolitan
Panglima TNI: Mantan KSAU akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Heli AW 101

Panglima TNI: Mantan KSAU akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Heli AW 101

Nasional
Israel Hancurkan Rumah Impian Sebuah Keluarga Palestina di Yerusalem

Israel Hancurkan Rumah Impian Sebuah Keluarga Palestina di Yerusalem

Internasional
Tak Bisa Berdagang di Trotoar, Pedagang Ini Mengadu ke Anies

Tak Bisa Berdagang di Trotoar, Pedagang Ini Mengadu ke Anies

Megapolitan
Keresahan Pedagang Lokbin Taman Kota Intan yang Ditanggapi Pemprov DKI

Keresahan Pedagang Lokbin Taman Kota Intan yang Ditanggapi Pemprov DKI

Megapolitan
Penyelidikan Belum Berhenti, Polisi Tunggu Hasil MKD Terkait Kasus Viktor Laiskodat

Penyelidikan Belum Berhenti, Polisi Tunggu Hasil MKD Terkait Kasus Viktor Laiskodat

Nasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM