Di depan Mahasiswa, Ganjar “Ngajar” Pakai Bahasa Jawa - Kompas.com

Di depan Mahasiswa, Ganjar “Ngajar” Pakai Bahasa Jawa

Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Kompas.com - 20/04/2016, 09:09 WIB
KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Founder Pasar Papringan Temanggung, Singgih Susilo (kanan) saat presentasi soal desa, Minggu (20/3/2016)

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan menggunakan bahasa Jawa saat menjalankan salah satu program andalannya, Gubernur Mengajar. Kali ini, bukan audiens masyarakat umum yang menjadi sasaran utama, melainkan mahasiswa dari berbagai daerah yang belajar di Universitas Negeri Semarang.

“Nanti pak Gubernur dalam kuliah umum memakai pakai bahasa Jawa, temanya Gayeng Mulang Basa Jawa,” ujar Widodo, Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Unnes Semarang, Rabu (20/4/2016) dalam rilis.

Ganjar sendiri dalam berbagai kesempatan rutin menggunakan bahasa jawa sebagai bahasa komunikasi, baik dengan lingkungan pemerintahan maupun berkomunikasi dengan masyarakat. Bahkan, Ganjar mengimbau untuk di segala instansi pemerintahan menggunakan bahasa ibu pada tiap hari Kamis.

Menurut Widodo, komunikasi dengan menggunakan bahasa jawa penting untuk diajarkan pada generasi muda, terutama di kalangan mahasiswa. Para mahasiswa juga nantinya diajarkan cara berkomunikasi dengan baik baik.

“Nanti yang disampaikan bagaimana bertutur kata yang komunikatif dan inovatif pakai bahasa Jawa,” kata dia.

Kehadiran Ganjar pun nantinya diharapkan membuat bahasa Jawa bisa terus dikembangkan oleh kawula muda. Bahasa Jawa untuk bisa menjadi medium untuk komunikasi menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Jawa Tengah.

Kamus Jawa digital

Selain mengajar, Ganjar juga diminta untuk meluncurkan kamus jawa digital yang berbasis pada aplikasi android. Kamus Jawa digital itu merupakan karya mahasiswi bernama Nuring Dyah Rahmadani.

Kamus yang diluncurkan pun mulai Bahasa Jawa – Bahasa Indonesia, Bahasa Indonesia – bahasa Jawa. Basisnya melalui perangkat aplikasi di android.

Kamus itu tercipta berkat realisasi dari kesepahaman antara Unnes dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

PenulisKontributor Semarang, Nazar Nurdin
EditorErlangga Djumena
Komentar