Minggu, 26 Maret 2017

Regional

Padang Gelar Puncak Peringatan Earth Hour

Sabtu, 19 Maret 2016 | 22:03 WIB
KOMPAS/ISMAIL ZAKARIA Warga mengikuti peringatan Earth Hour #PadangKalam di kawasan Tugu Gempa Padang, Sumatera Barat, Sabtu (19/3/2016) malam.

PADANG, KOMPAS.com — Kota Padang, Sumatera Barat, menggelar puncak peringatan Earth Hour #PadangKalam di kawasan Tugu Gempa Padang, Sabtu (19/3/2016) malam.

Mengusung tema "Padang Bisa Mengubah Dunia", berbagai acara digelar pada kegiatan yang dilaksanakan sebagai gerakan penghematan energi tersebut.

Koordinator Earth Hour Padang, Rizky Sekar, Sabtu malam, mengatakan, Padang menjadi satu dari 37 kota yang telah terdaftar di Earth Hour Indonesia.

Adapun Earth Hour 2016 menjadi tahun ketiga bagi Kota Padang mengambil bagian dari gerakan di bawah naungan World Wild Foundation (WWF) tersebut.

Rizky mengatakan, berbagai aksi digelar sebelum sampai pada acara puncak pada Sabtu malam ini.

Aksi tersebut meliputi pembersihan kali, pengumpulan kertas tidak terpakai di sekolah atau instansi untuk program bank sampah, serta pembuatan tas dari baju bekas untuk mendukung gerakan kantong plastik berbayar.

"Pada acara puncak malam ini, selain talkshow interaktif dengan pemerintah provinsi dan kota, kami juga menggelar doa bersama untuk korban gempa bumi 2009, pertunjukan oleh rekan-rekan komunitas, dan pemadaman lampu secara serentak di sejumlah titik," kata Rizky.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang menyempatkan hadir dalam acara ini mengatakan sangat mendukung kegiatan tersebut.

Dia berjanji untuk mendorong agar pada tahun berikutnya, kegiatan tersebut digelar tidak hanya di Padang, tetapi juga kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansyarullah mengatakan, gerakan ini sangat penting untuk mengingatkan warga Padang dan Indonesia tentang pentingnya kepedulian terhadap penghematan energi.

"Indonesia, termasuk Padang, masih kekurangan energi sehingga harus melakukan penghemantan. Saya berharap, gerakan seperti ini berlanjut dan semakin banyak warga yang terlibat," kata Mahyeldi.

Founder Earth Hour Padang, Andahayani Yoseph, mengatakan, meskipun ini upaya kecil, kalau bisa dilakukan serentak, efeknya akan sangat besar.

Penulis: Ismail Zakaria
Editor : Laksono Hari Wiwoho