Sabtu, 22 November 2014

News / Regional

Pimpinan BNI Madura Pastikan Uang Nasabah Aman

Kamis, 10 Oktober 2013 | 14:56 WIB
KONTAN/AHMAD FAUZIE Ilustrasi

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Pemimpin Kantor Cabang Utama BNI 46 Cabang Pamekasan Bagus Suhandoko memastikan, uang para nasabah di yang disimpan di perusahaan itu aman, kendatipun sebagian uangnya telah digelapkan oleh oknum bawahannya.

"Nasabah pasti tidak akan dirugikan dengan kasus ini," kata Bagus Suhandoko di Pamekasan, Kamis.

Bagus Suhandoko mengemukakan hal ini, menanggapi kasus penggelapan uang yang dilakukan oknum anak buahnya di BNI Kantor Kas Ketapang, Sampang, EF, sebesar Rp 3.075.974.000 yang kini diproses hukum di Polres Sampang.

Pemimpin BNI Kantor Kas Ketapang, Sampang, EF ditangkap tim Reskrim, setelah dilaporkan oleh pimpinan BNI 46 KCU Pamekasan berdasarkan temuan hasil inspeksi mendadak yang dilakukan pertengahan September 2013.

"Dari sidak yang kami lakukan itu, selanjutkan kami menemukan adanya kejanggalan dan berdasarkan hasil audit internal, yang bersangkutan memang terbukti menggelapkan uang," kata Bagus, menjelaskan.

Sebelum menjabat sebagai Pemimpin di Kantor Kas BNI Ketapang, Sampang, EF pernah menjabat sebagai supervisor kas, dan petugas "teller".

Saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara sebagai pemimpin di kantor kas BNI Ketapang, Sampang, hingga proses hukumnya di kepolisian selesai.

"Selain diproses hukum, yang bersangkutan juga akan disanksi di internal perusahaan dan menurut hemat kami, pelanggaran yang dilakukan yang bersangkutan tergolong sangat berat," kata Bagus yang menjabat sebagai Pemimpin BNI 45 Cabang Pamekasan sejak Juni 2012 ini.

Dalam keterangan persnya kepada sejumlah wartawan di Pamekasan, Pemimpin KCU 46 Pamekasan, Madura Bagus Suhandoko juga membantah pihaknya menghindar dari wartawan sebagaimana telah diberitakan di sejumlah media. Ia beralasan, saat itu yang berhak menyampaikan konfirmasi, hanya pemimpin KCU dengan tujuan agar satu suara.

Selain Eka, ada tiga karyawan lainnya dari total lima karyawan BNI yang bekerja di kantor kas BNI Ketapang, Sampang. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menekan terjadi hal-hal yang berpotensi mengganggu kepercayaan masyarakat.
     
BNI 46 Cabang Pamekasan, Madura atas penggelapan uang kantor milik perusahaan itu berdasarkan hasil temuan audit internal pihak BNI.

Kepada tim penyidik Polres Sampang EF mengaku, aksinya itu dilakukan, untuk bermain judi online dan berpesta bersama perempuan-perempuan sewaan.

Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar dalam rilis yang disampaikan kepada wartawan sebelumnya menyatakan, penanganan kasus penggelapan uang senilai Rp3 miliar lebih ini akan dilakukan secara terpisah antara kasus penggelapan uang dan judi "online" (daring) yang dilakukan tersangka.

"Kalau kasus untuk penggelapannya kamu jerat dengan Pasal 374 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penggelapan, sedangkan kasus perjudiannya, nantinya akan kami jerat dengan pasat perjudian," papar Kapolres.

Dari total dana sebesar Rp 3.075.974.000 yang digelapkan tersangka EF, itu sebesar Rp1,6 miliar di antara diakui digunakan untuk bermain judi "online", sedang dan Rp2,15 miliar sisanya bersenang-senang bersama perempuan.

Jenis judi "online" yang dimainkan tersangka adalah judi bola, dengan para pejudi antarnegara dan tempatnya di Jakarta setiap Selasa dan Jumat.

"Tersangka ini juga membuat sejumlah rekening bayangan untuk memuluskan aksinya, dan salah satunya atas nama Ferry Bramantia, bahkan nama seorang anggota polisi juga sempat dicatut yang bersangkutan," kata Kapolres Sampang AKBP Edwan Erwin Siregar.

Penulis: Kistyarini
Editor : Kistyarini